Cegah Banjir, Tim Gabungan Bersihkan 9 Ton Sampah yang Menumpuk di Sungai Cibanten

DLH Kota Serang bersama tim gabungan mengangkut sekitar 9 ton sampah yang menyumbat Sungai Cibanten di Kelurahan Unyur.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:49 WIB
Cegah Banjir, Tim Gabungan Bersihkan 9 Ton Sampah yang Menumpuk di Sungai Cibanten
Aksi bersih Sungai Cibanten hari ini. Bersama menjaga lingkungan, mencegah banjir, dan mewujudkan Kota Serang yang lebih bersih, Foto: HalloNews/Mahesa

HALLONEWS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang bersama tim gabungan berhasil membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Cibanten, tepatnya di belakang Kompleks Kidemang, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Sabtu(6/6/2026).

Kegiatan pembersihan melibatkan berbagai instansi, di antaranya PUPR SDA Provinsi Banten, BPBD Kota Serang, Kecamatan Serang, serta Kelurahan Unyur. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengangkut sekitar 9 ton sampah menggunakan tiga unit truk dan membawanya ke TPSA Cilowong.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan tumpukan sampah tersebut sudah berada di lokasi dalam waktu cukup lama. Sampah yang menumpuk terdiri dari limbah rumah tangga, kemasan makanan berbahan styrofoam, bambu, batang pohon, hingga ranting-ranting yang terbawa arus sungai.

Menurutnya, akumulasi sampah tersebut menyebabkan aliran Sungai Cibanten tersumbat sehingga berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir saat curah hujan tinggi.

“Keberadaan sampah yang menutup aliran sungai sangat berbahaya karena dapat menghambat arus air dan meningkatkan risiko banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Unyur, Nana Heryatna, menjelaskan tumpukan sampah pertama kali diketahui setelah adanya laporan warga RT 2 dan RT 4 RW 1 Kelurahan Unyur. Warga melaporkan terjadinya penyumbatan aliran sungai pascahujan lebat yang disertai pohon tumbang sekitar sepekan lalu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah langsung menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari sekitar 200 personel. Selain menggunakan armada pengangkut sampah, petugas juga mengoperasikan mesin pemotong kayu untuk mempercepat proses pembersihan material yang menyumbat aliran sungai.

Seluruh sampah hasil pembersihan kemudian dibawa ke TPSA Cilowong. Setelah proses pembersihan selesai, aliran Sungai Cibanten yang sebelumnya tertutup tumpukan sampah kembali mengalir normal.

Farach mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai karena selain mencemari lingkungan, juga dapat menimbulkan bencana banjir. Ia juga mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai guna menekan volume sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Pembersihan Sungai Cibanten menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran aliran sungai.(esa)