Sandra Pascoe Ortiz Kembangkan Plastik Organik dari Kaktus Nopal
Peneliti asal Meksiko mengembangkan material pengganti plastik berbahan dasar kaktus nopal yang dapat terurai dalam waktu sekitar satu bulan dan berpotensi mengurangi pencemaran plastik global.

HALLONEWS.ID – Permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan besar di berbagai negara.
Limbah plastik konvensional yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai mendorong para ilmuwan mencari alternatif bahan yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu inovasi menarik datang dari Meksiko. Seorang peneliti bernama Sandra Pascoe Ortiz berhasil mengembangkan material pengganti plastik yang dibuat dari kaktus nopal, tanaman yang banyak tumbuh di negara tersebut.
Informasi yang dibagikan akun Instagram @unexplnd, mengutip laporan Reuters, menyebutkan bahwa material berbasis kaktus tersebut dirancang agar dapat terurai secara alami dalam waktu sekitar satu bulan.
Selain itu, bahan yang digunakan berasal dari komponen organik yang tidak beracun sehingga dinilai lebih aman bagi lingkungan.
Pengembangan plastik berbahan dasar tumbuhan ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan sumber daya alam untuk menjawab persoalan lingkungan modern.
Kaktus nopal dipilih karena memiliki karakteristik alami yang memungkinkan pembentukan material menyerupai plastik dengan dampak ekologis yang lebih rendah dibandingkan plastik berbahan baku fosil.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa solusi atas krisis limbah plastik tidak selalu bergantung pada bahan sintetis.
Dengan memanfaatkan sumber daya yang dapat diperbarui, para peneliti berupaya menciptakan produk yang tetap memiliki fungsi praktis sekaligus lebih mudah terurai setelah masa pakainya berakhir.
Kehadiran plastik berbasis tumbuhan juga membuka peluang baru bagi industri kemasan dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Jika teknologi dan proses produksinya dapat dikembangkan secara lebih luas, material semacam ini berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap plastik konvensional yang berasal dari bahan bakar fosil.
Meski demikian, penerapan teknologi ramah lingkungan memerlukan dukungan berbagai pihak.
Pemerintah, dunia industri, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong penggunaan produk berkelanjutan, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah dan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Inovasi yang dikembangkan Sandra Pascoe Ortiz menjadi bukti bahwa potensi lokal dapat melahirkan solusi global.
Melalui penelitian dan kreativitas, tanaman yang selama ini dianggap biasa mampu memberikan harapan baru dalam upaya mengurangi pencemaran plastik dan menjaga kelestarian lingkungan di masa depan. (opy)
