Tito Ungkap Jejak Panjang RI-Inggris, dari Rafflesia hingga Diplomasi Raja Charles III
Mendagri Tito Karnavian menilai perayaan HUT ke-78 Raja Charles III menjadi momentum memperkuat hubungan Indonesia-Inggris, dari sejarah, pendidikan, lingkungan, hingga ekonomi.

HALLONEWS.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memanfaatkan perayaan Hari Ulang Tahun ke-78 Raja Charles III sebagai momentum untuk menegaskan eratnya hubungan Indonesia dan Inggris yang telah terjalin lintas generasi.
Mewakili Pemerintah Indonesia, Tito menghadiri perayaan yang digelar di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (10/6/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, ia menilai kemitraan kedua negara telah berkembang jauh melampaui hubungan diplomatik biasa.
“Hubungan yang kuat telah terjalin antara Indonesia dan Inggris dalam berbagai bidang, mulai dari perdagangan, ekonomi, pertahanan, pendidikan, budaya, hingga isu lingkungan dan perubahan iklim,” kata Tito.
Menurutnya, hubungan Indonesia dan Inggris semakin kokoh dengan terjalinnya komunikasi yang baik di tingkat pemimpin negara.
Ia menyinggung pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Raja Charles III yang menghasilkan komitmen kerja sama dalam pelestarian lingkungan dan pemulihan ekosistem.
Bagi Tito, kerja sama tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua negara kini tidak hanya berorientasi pada ekonomi dan perdagangan, tetapi juga menyentuh isu-isu global yang menjadi perhatian dunia.
Mendagri mengingatkan bahwa hubungan Indonesia dan Inggris telah berlangsung sejak ratusan tahun silam.
Ia mencontohkan keberadaan Benteng Fort Marlborough di Bengkulu sebagai salah satu peninggalan sejarah yang menjadi simbol interaksi kedua bangsa.
Selain itu, bunga Rafflesia arnoldii yang menjadi ikon flora Indonesia juga dikenal dunia melalui ekspedisi yang melibatkan dokter asal Inggris Joseph Arnold bersama Sir Thomas Stamford Raffles.
Tak hanya itu, Tito turut mengulas penemuan Garis Wallace oleh naturalis Inggris Alfred Russel Wallace yang hingga kini masih menjadi rujukan penting dalam kajian keanekaragaman hayati dunia.
“Itulah warisan Sir Alfred Wallace yang tetap relevan dan menjadi referensi bagi pemerintah, komunitas internasional, dan para peneliti,” ujarnya.
Hubungan Indonesia dan Inggris, kata Tito, juga tumbuh melalui interaksi budaya dan olahraga.
Ia melihat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kompetisi sepak bola Inggris sebagai salah satu bentuk kedekatan emosional kedua bangsa.
Di sisi lain, Inggris juga menjadi tujuan pendidikan bagi banyak generasi muda Indonesia.
Tito sendiri mengaku memiliki ikatan khusus dengan negara tersebut karena pernah menempuh pendidikan di University of Exeter melalui program beasiswa The British Council.
Menurut Tito, perayaan ulang tahun Raja Charles III bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol persahabatan yang terus berkembang antara Indonesia dan Inggris.
Ia berharap hubungan kedua negara semakin erat di berbagai sektor strategis, sekaligus mendoakan kesehatan dan umur panjang bagi Raja Charles III.
“Perayaan ini akan semakin memperkuat hubungan kedua negara di masa depan. Kita juga mendoakan Yang Mulia Raja Charles III agar selalu diberi kesehatan dan perlindungan Tuhan,” pungkasnya. (agn)
