Kisah Inspiratif dari Lapas Warung Kiara, Narapidana Produksi Pangan hingga Bangun Rumah Warga

Program ketahanan pangan di Lapas Warung Kiara Sukabumi melibatkan puluhan warga binaan mengelola lahan pertanian seluas 7 hektare. Hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:00 WIB
Kisah Inspiratif dari Lapas Warung Kiara, Narapidana Produksi Pangan hingga Bangun Rumah Warga
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto meninjau sejumlah bangunan hasil karya warga binaan di Lapas Kelas IIA Warung Kiara, Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Ditjenpas for Hallonews

HALLONEWS.ID – Suasana berbeda terlihat di Lapas Kelas IIA Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Di tengah proses pembinaan, puluhan warga binaan aktif mengelola lahan pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan lapas tersebut memanfaatkan lahan seluas tujuh hektare untuk berbagai kegiatan produktif.

“Sejumlah aneka sayuran, buah-buahan, hingga peternakan dikembangkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus kontribusi terhadap kebutuhan pangan,” kata Agus, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, konsep pembinaan semacam ini menjadi langkah nyata dalam membangun kemandirian warga binaan.

Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat menjadi modal hidup setelah kembali ke lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Agus menjelaskan, hasil pengelolaan berbagai unit usaha di lapas juga memberikan manfaat sosial yang langsung dirasakan masyarakat.

“Sebagian keuntungan dialokasikan untuk membantu pembangunan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan serta pembangunan fasilitas ibadah,” katanya.

Pembangunan tersebut turut melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat dan lolos proses asesmen.

Keterlibatan mereka menjadi bagian dari pembelajaran kerja produktif sekaligus memperkuat rasa tanggung jawab sosial.

Menurut Agus, program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih produktif, humanis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu program sosial yang telah berjalan adalah bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu.

“Hingga Juni 2026, jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah membangun 24 unit rumah bagi masyarakat di berbagai daerah. Kegiatan bakti sosial dalam bentuk bedah rumah sebenarnya sudah dilaksanakan, ada 24 unit yang sudah dibangun,” ujarnya.

Agus berharap seluruh lapas dan rumah tahanan negara (rutan) terus mengembangkan unit usaha produktif dengan menggandeng pelaku usaha lokal.

Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh jajaran pemasyarakatan, tetapi juga masyarakat luas melalui berbagai program sosial. (fer)