Agus Andrianto: Lapas Warung Kiara Bukti Warga Binaan Bisa Produktif
Menimipas Agus Andrianto menyebut puluhan warga binaan mengelola lahan seluas 7 hektare di Lapas Warung Kiara untuk pertanian dan peternakan produktif yang juga mendukung kegiatan sosial.

HALLONEWS.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meninjau langsung pelaksanaan program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung agenda ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungannya, Agus melihat pemanfaatan lahan pertanian seluas tujuh hektare yang dikelola oleh puluhan warga binaan.
Berbagai komoditas pangan dikembangkan di area tersebut, mulai dari sayuran dan buah-buahan hingga sektor peternakan yang dikelola secara berkelanjutan.
“Di dalam kawasan lapas, puluhan warga binaan diberdayakan untuk mengelola lahan pertanian seluas tujuh hektare. Berbagai komoditas pangan ditanam, mulai dari sayuran, buah-buahan, hingga sektor peternakan yang dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Agus kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Menurut Agus, program tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Program seperti ini membuktikan bahwa proses pembinaan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan,” katanya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa sebagian keuntungan dari pengelolaan usaha produktif di lingkungan lapas dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.
Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu pembangunan lima unit rumah tinggal dan satu rumah ibadah bagi masyarakat sekitar.
“Dana yang terkumpul digunakan membantu pembangunan lima unit rumah tinggal dan satu rumah ibadah bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses pembangunan tersebut turut melibatkan warga binaan yang telah melalui tahapan penilaian dan pembinaan khusus.
Dengan demikian, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan di bidang pertanian dan peternakan, tetapi juga pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.
Agus berharap program ketahanan pangan di Lapas Warung Kiara dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia dalam mengintegrasikan pembinaan, kemandirian, dan kontribusi sosial.
“Program ketahanan pangan di Lapas Warung Kiara menjadi salah satu contoh integrasi antara pembinaan, kemandirian, dan kontribusi sosial yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia,” pungkasnya.
(fer)
