Prasetyo Edi Sebut Suhud Kooperatif dan Mau Belajar dalam Memimpin DPRD DKI
Prasetyo Edi Marsudi mengingatkan Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alyudin untuk menjaga marwah lembaga, memperkuat sinergi dengan TAPD, dan membangun kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

HALLONEWS.ID – Komisaris Utama PAM JAYA sekaligus mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode, Prasetyo Edi Marsudi, berharap Suhud Alyudin mampu menjaga marwah lembaga legislatif ibu kota setelah resmi menjabat sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta sisa masa jabatan 2024–2029.
“Pak Suhud memiliki karakter kepemimpinan yang terbuka, kooperatif, dan mau berdialog mengenai berbagai persoalan Jakarta,” ujarnya kepada wartawan pada Kamis (11/6/2026).
Prasetyo mengungkapkan bahwa sejak sebelum dilantik sebagai Ketua DPRD, Suhud kerap menghubunginya untuk meminta pandangan terkait tugas pimpinan dewan.
Menurut dia, sikap tersebut menunjukkan keseriusan Suhud dalam menjalankan amanah baru.
“Pak Suhud ini orangnya kooperatif. Banyak bertanya dan sering menghubungi saya untuk meminta pandangan terkait tugas-tugas pimpinan dewan,”kata Prasetyo.
“Saya selalu mengingatkan agar setiap kebijakan disikapi dengan hati-hati karena posisi Ketua DPRD adalah pimpinan lembaga di DKI Jakarta,” imbuhnya.
Ia menuturkan, berbekal pengalaman memimpin DPRD selama sekitar satu dekade, Prasetyo menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah.
Ia menilai proses pembahasan APBD, baik murni maupun perubahan, harus dibangun di atas kolaborasi antarlembaga agar kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Saya sampaikan kepada beliau, setiap pembahasan anggaran, baik APBD murni maupun perubahan, harus dibangun kolaborasi yang baik dengan TAPD. Itu penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Prasetyo juga mengingatkan bahwa tantangan pimpinan DPRD tidak selalu datang dari luar lembaga. Dinamika internal fraksi dan lingkungan politik terdekat, kata dia, sering kali menjadi ujian tersendiri bagi seorang ketua dewan.
“Pimpinan dewan itu sangat dihormati. Marwah lembaga harus dijaga baik-baik. Jangan sampai ada hal-hal yang bisa mencederai kepercayaan publik terhadap DPRD,” ucapnya.
Ia mengapresiasi sikap Suhud yang dinilai rendah hati dan tidak segan meminta masukan dari para senior.
Menurut Prasetyo, kemauan untuk belajar merupakan modal penting bagi kepemimpinan di DPRD DKI Jakarta.
“Yang saya senang dari beliau, mau bertanya dan mau belajar. Beliau beberapa kali datang ke kantor untuk berdiskusi. Itu menunjukkan keseriusan beliau agar DPRD bisa berjalan dengan baik dan solid,” tukasnya.
Prasetyo menambahkan, latar belakang pendidikan Suhud di bidang politik dan komunikasi politik menjadi nilai tambah dalam menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD.
Meski berasal dari partai berbeda, komunikasi keduanya disebut berjalan baik karena Suhud terbuka terhadap masukan dan dialog.
Ia berharap kepemimpinan Suhud dapat memperkuat fungsi DPRD sebagai representasi rakyat sekaligus menjaga hubungan konstruktif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Kalau ada yang bertanya kepada saya sebagai mantan Ketua DPRD dua periode, tentu saya akan jawab dan berbagi pengalaman. Itu bagian dari tanggung jawab moral saya agar lembaga ini terus berjalan dengan baik,” pungkasnya. (fer)
