IPB dan Korea Selatan Siapkan Stasiun Pengisian Motor Listrik Berbasis Agrivoltaik
IPB University bersama Korea Energy Agency dan ENVELOPS Co., Ltd mengembangkan sistem pengisian motor listrik berbasis agrivoltaik yang mengintegrasikan pertanian berkelanjutan dan energi surya di Indonesia

HALLONEWS.ID – IPB University memperkuat kerja sama internasional di bidang energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan melalui rencana pengembangan sistem pengisian motor listrik berbasis agrivoltaik (Agri-Photovoltaic/Agri-PV) bersama Korea Energy Agency (KEA) dan ENVELOPS Co., Ltd dari Korea Selatan.
Pembahasan proyek bertajuk Establishment of Agrivoltaics-based Electric Motorcycle Charging System in Indonesia tersebut berlangsung saat Presiden KEA, Choi Jae-Gwan, beserta delegasi mengunjungi IPB University pada Jumat (12/6/2026).
Program ini mendapat dukungan pendanaan dari KEA dan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan sebagai bagian dari upaya pengembangan energi bersih yang terintegrasi dengan sektor pertanian.
Kerja sama tersebut menjadi kelanjutan dari pengembangan teknologi agrivoltaik yang telah lebih dahulu dijalankan IPB University.
Pada 2025, kampus ini meresmikan pAgri-Photovoltaic Research Station di Kebun Pendidikan Cikabayan sebagai fasilitas penelitian agrivoltaik pertama di Indonesia.
Teknologi agrivoltaik memungkinkan pemanfaatan lahan secara ganda, yakni untuk kegiatan pertanian sekaligus produksi listrik melalui panel surya.
Konsep ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan.
Wakil Rektor IPB University Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Iskandar Z. Siregar, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dan kebutuhan energi di masa depan.
“Integrasi sektor pertanian dan energi terbarukan dapat menghasilkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Presiden KEA, Choi Jae-Gwan, mengapresiasi perkembangan proyek agrivoltaik yang telah dijalankan bersama IPB University.
Menurutnya, keberhasilan proyek sebelumnya menunjukkan kapasitas IPB dalam menghasilkan riset yang dapat diterapkan secara nyata.
Ia menilai pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan proyek baru yang akan difokuskan pada penyediaan infrastruktur pengisian kendaraan listrik berbasis energi surya.
Sementara itu, Pengelola Agri-Photovoltaic Research Station sekaligus dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB University, Dr. Bambang Hendro Trisasongko, menjelaskan bahwa sistem agrivoltaik dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan pangan, energi, air, dan sumber daya alam dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Menurut Bambang, penelitian yang tengah berlangsung kini telah memasuki siklus tanam kedelai ketiga. Pada siklus pertama, produktivitas kedelai di area agrivoltaik tercatat sekitar 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan lahan terbuka.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan panel surya tidak selalu mengurangi hasil pertanian. Dalam kondisi tertentu, panel surya justru dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang lebih optimal bagi tanaman.
Menarik Minat Peneliti Internasional
Selain mendukung pengembangan energi bersih dan pertanian berkelanjutan, fasilitas agrivoltaik IPB juga mulai menarik perhatian akademisi internasional.
Sejumlah mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara telah memanfaatkan lokasi tersebut sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi agrivoltaik.
Melalui kerja sama terbaru dengan KEA dan ENVELOPS Co., Ltd, IPB University berharap dapat memperluas penerapan teknologi agrivoltaik di Indonesia sekaligus mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik yang ditopang oleh sumber energi ramah lingkungan. (opy)
