Anas Urbaningrum Sentil Nanik S Deyang, Jangan Hindari Wartawan Soal Polemik BGN

Politisi Anas Urbaningrum mengkritik Kepala BGN Nanik S Deyang yang menghindari pertanyaan wartawan soal motor listrik dan isu di BGN.

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:00 WIB
Anas Urbaningrum Sentil Nanik S Deyang, Jangan Hindari Wartawan Soal Polemik BGN
Politikus Anas Urbaningrum menyentil Kepala BGN Nanik S Deyang usai tidak menjawab pertanyaan wartawan. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Sikap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang yang memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan menuai sorotan. Politikus Anas Urbaningrum bahkan menyarankan agar Nanik lebih terbuka dalam menghadapi pertanyaan publik terkait berbagai polemik yang membelit BGN.

Peristiwa itu terjadi usai Nanik menghadiri rapat bersama DPR RI terkait anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (15/6/2026). Baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, Nanik langsung bergegas menuju kendaraan yang telah menunggunya tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Sejumlah wartawan saat itu mencoba meminta penjelasan mengenai sejumlah isu yang berkembang, termasuk keberadaan motor listrik yang dibeli pada era kepemimpinan Dadan Hindayana serta aksi demonstrasi yang belakangan menyasar BGN.

“Bu, soal motor listrik di lapangan bagaimana? Kan tadi juga dibahas soal anggaran,” tanya salah seorang wartawan.

Pertanyaan lain juga dilontarkan terkait aksi demonstrasi yang tengah menjadi perhatian publik. Namun, Nanik tetap memilih masuk ke mobil tanpa memberikan tanggapan.

Sikap tersebut kemudian mendapat perhatian dari Anas Urbaningrum. Melalui akun media sosial X, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu menilai seorang pejabat publik sebaiknya menghadapi pertanyaan wartawan secara terbuka.

“Sekadar saran, sebaiknya tidak menghindar dan mengelak dari pertanyaan jurnalis. Justru harus dihadapi dengan tenang dan diterangkan,” tulis Anas dalam unggahannya yang dikutip Selasa (16/6/2026).

Menurut Anas, komunikasi yang baik dengan media akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi citra pribadi pejabat yang bersangkutan, tetapi juga bagi lembaga dan program pemerintah yang dijalankan.

“Menerangkan secara baik dan proporsional akan baik bagi BGN, program Presiden, dan Kepala BGN sebagai pribadi,” lanjutnya.

Anas juga mengingatkan bahwa Nanik memiliki latar belakang sebagai seorang wartawan. Karena itu, ia menilai komunikasi dengan media seharusnya bukan menjadi hal yang sulit bagi Kepala BGN tersebut.

“Apalagi Bu NSD adalah mantan wartawan, akan seperti menyapa juniornya,” ujarnya.

Sorotan terhadap BGN belakangan memang meningkat seiring berbagai isu yang mencuat, mulai dari pengelolaan program MBG hingga sejumlah kebijakan yang diwariskan dari kepemimpinan sebelumnya.

Di tengah tingginya perhatian publik, keterbukaan informasi dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga dan program strategis pemerintah.

Hingga kini, BGN belum memberikan keterangan resmi terkait pertanyaan yang diajukan wartawan mengenai polemik motor listrik maupun isu lain yang berkembang. (agn)