Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Politeknik Agraria STPN Tawarkan 4 Prodi Bagi Calon Taruna

Politeknik Agraria STPN membuka pendaftaran hingga 18 Juni 2026. Empat program studi ditawarkan bagi calon taruna yang ingin berkarier di bidang pertanahan, tata ruang, dan teknologi geospasial.

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:30 WIB
Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Politeknik Agraria STPN Tawarkan 4 Prodi Bagi Calon Taruna
Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan (STPN) menawarkan empat program studi. Foto: Kementerian ATR/BPN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Memilih program studi menjadi salah satu keputusan penting bagi lulusan SMA sederajat yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Di tengah banyaknya pilihan, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menawarkan empat program studi yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja di sektor agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini membuka kesempatan bagi calon taruna untuk mengembangkan kompetensi di bidang teknologi geospasial, penataan ruang, administrasi pertanahan, hingga kebijakan agraria.

1. Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP)

Program Studi Sarjana Terapan SPIP menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai teknologi, pengukuran, dan pemetaan berbasis digital. Mahasiswa akan dibekali kemampuan dalam teknik survei, sistem informasi geografis (SIG), fotogrametri, hingga pengolahan data spasial.

Program ini cocok bagi lulusan SMA jurusan IPA maupun SMK dengan latar belakang Geomatika, Geologi, Komputer, dan bidang sejenis.

Salah satu taruna SPIP, Dandi Resando, mengaku tertarik karena program tersebut memadukan teori dan praktik lapangan dengan teknologi terkini.

“Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan pengukuran dan pemetaan secara langsung di lapangan menggunakan teknologi geospasial,” ujarnya.

2. Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP)

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pembangunan wilayah, tata ruang, dan kebijakan publik, MPRP menjadi pilihan yang tepat.

Mahasiswa akan mempelajari penataan ruang, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, pengelolaan data, hingga analisis kebijakan agraria.

Program ini terbuka bagi lulusan SMA berbagai jurusan maupun SMK yang memiliki latar belakang administrasi dan manajemen.

Ayu Hanan Mutia memilih MPRP karena ingin memahami bagaimana sebuah wilayah direncanakan dan dikelola secara berkelanjutan.

“Saya ingin mempelajari bagaimana tata ruang dapat mendukung pembangunan yang lebih baik dan mengurangi berbagai persoalan di daerah,” katanya.

3. Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT)

KMPT dirancang untuk calon taruna yang tertarik pada pelayanan publik dan administrasi pertanahan.

Materi yang dipelajari meliputi sistem pendaftaran tanah, manajemen data pertanahan, kebijakan agraria, hingga pelayanan berbasis digital.

Program ini lebih menitikberatkan pada tata kelola administrasi dibanding aspek teknis pengukuran.

Rizaldi Secondia Putra mengaku memilih KMPT karena ketertarikannya terhadap regulasi dan proses pendaftaran tanah.

“Saya ingin memahami bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat,” ujarnya.

4. Sarjana Terapan Pertanahan

Program Studi Pertanahan menawarkan cakupan pembelajaran yang lebih luas, mulai dari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.

Prodi ini cocok bagi calon mahasiswa yang menyukai analisis kebijakan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Taruni asal Bali, Ni Putu Arista Pradnyaswari, memilih prodi ini karena menyukai aktivitas lapangan dan tantangan baru.

“Saya melihat banyak kegiatan praktik di lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.

Kuota 350 Taruna, Pendaftaran Masih Dibuka

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna yang terbagi dalam tiga jalur, yakni:

* Jalur umum: 260 orang;
* Jalur tugas belajar/PNS: 60 orang;
* Jalur kerja sama pemerintah daerah: 30 orang.

Melalui pilihan program studi yang semakin spesifik dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, Politeknik Agraria STPN memberikan peluang bagi generasi muda untuk membangun karier di sektor agraria, pertanahan, dan tata ruang.

Bagi lulusan SMA/sederajat yang berminat, pendaftaran calon taruna Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026, dengan informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi yang dapat diakses melalui laman resmi STPN. (agn)