STPN Dorong Anak Muda Berkontribusi dalam Pengelolaan Lahan dan Tata Ruang
Politeknik Agraria STPN mengajak generasi muda berkarier di sektor agraria dan tata ruang. Kampus ATR/BPN ini menyiapkan lulusan berkompetensi untuk mendukung pembangunan nasional.

HALLONEWS.ID — Kebutuhan tenaga profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang terus meningkat seiring pesatnya pembangunan di Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) hadir untuk mencetak sumber daya manusia yang siap mendukung pengelolaan lahan dan pembangunan berkelanjutan.
Ketua Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad mengatakan sektor agraria saat ini membutuhkan tenaga ahli yang tidak hanya memahami aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam pengelolaan data, hukum pertanahan, hingga penataan ruang.
“Politeknik Agraria STPN menjadi pilihan bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang agraria, pertanahan, tata ruang, kadaster, dan pemetaan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional,” ujarnya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/6/2026).
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, STPN membuka empat program studi Sarjana Terapan, yakni Pertanahan, Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah, Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.
Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang menguasai berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan layanan pertanahan modern, mulai dari administrasi pertanahan, kepastian hukum hak atas tanah, pengelolaan data spasial, hingga perencanaan tata ruang.
Sri Yanti menjelaskan, persoalan agraria saat ini semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan multidisiplin.
Menurutnya, masalah pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pengukuran lahan, tetapi juga menyangkut aspek hukum, pembangunan wilayah, kebijakan publik, hingga ilmu kebumian.
“Karena itu, kurikulum yang kami terapkan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu agar lulusan memiliki kompetensi yang komprehensif,” katanya.
Keunggulan lain yang ditawarkan STPN adalah sistem pendidikan berasrama. Melalui pola tersebut, kampus tidak hanya membekali taruna dengan kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter, integritas, serta kemampuan sosial yang dibutuhkan di dunia kerja.
Menurut Sri Yanti, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang profesional dan mampu menjalankan tugas di bidang agraria serta pertanahan dengan penuh tanggung jawab.
“Kami tidak hanya membangun hard skill, tetapi juga karakter dan integritas sebagai bekal utama para taruna,” jelasnya.
Melihat semakin besarnya kebutuhan tenaga ahli di sektor agraria dan tata ruang, STPN mengajak siswa kelas XII SMA dan sederajat untuk mempertimbangkan kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian ATR/BPN tersebut sebagai pilihan melanjutkan pendidikan.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan karier di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Informasi mengenai penerimaan taruna baru, persyaratan, tahapan seleksi, hingga jadwal pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi STPN serta berbagai kanal media sosial resmi kampus. (agn)
