Dave Laksono: Damai AS-Iran Bisa Jaga Harga Energi dan Lindungi WNI di Timur Tengah
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai perdamaian AS-Iran berpotensi menjaga stabilitas energi, melindungi WNI di Timur Tengah, dan memperkuat ekonomi global.

HALLONEWS.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran dapat membawa keuntungan strategis bagi Indonesia, mulai dari stabilitas harga energi hingga perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah.
Menurut Dave, setiap langkah yang mengarah pada penurunan ketegangan antara kedua negara patut diapresiasi.
Jika kesepakatan damai benar-benar diwujudkan dan dijalankan secara konsisten, situasi tersebut dapat menjadi momentum penting bagi terciptanya stabilitas keamanan global.
“Di tengah berbagai konflik dan ketidakpastian dunia, pendekatan dialog dan diplomasi merupakan jalan terbaik yang perlu didukung oleh seluruh komunitas internasional,” ujar Dave Laksono kepada Hallonews, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, hubungan Amerika Serikat dan Iran selama ini memiliki pengaruh besar terhadap dinamika keamanan di Timur Tengah.
Meredanya ketegangan diyakini dapat membuka peluang bagi stabilitas politik, pemulihan ekonomi, dan penguatan kerja sama antarnegara di kawasan tersebut.
Dave juga menyoroti dampak positif terhadap sektor energi dan perdagangan internasional.
Menurutnya, stabilitas di Timur Tengah berpengaruh langsung terhadap pasokan energi dunia dan harga minyak global.
“Dengan menurunnya risiko konflik, pasar internasional akan memiliki kepastian yang lebih baik dan hal itu memberikan manfaat bagi banyak negara, termasuk Indonesia,” katanya.
Bagi Indonesia, kondisi tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena dapat membantu menjaga stabilitas harga energi sekaligus menciptakan situasi yang lebih aman bagi WNI yang tinggal maupun bekerja di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan Indonesia memiliki kepentingan untuk terus mendukung terciptanya perdamaian internasional melalui politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Pendekatan diplomasi serta penghormatan terhadap hukum internasional dinilai menjadi kunci penyelesaian berbagai konflik global.
Selain itu, membaiknya hubungan kedua negara juga dipandang sebagai peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi dan diplomatik yang bermanfaat bagi kepentingan nasional.
Meski demikian, Dave mengingatkan bahwa menjaga keberlanjutan perdamaian merupakan tantangan terbesar.
Menurutnya, pengalaman menunjukkan bahwa perdamaian tidak cukup dibangun melalui kesepakatan politik semata, tetapi juga memerlukan komitmen jangka panjang, pembangunan kepercayaan, dan kesediaan semua pihak untuk menyelesaikan perbedaan secara damai.
Karena itu, peran negara-negara sahabat dan organisasi internasional tetap dibutuhkan untuk menjaga momentum tersebut agar tidak kembali memicu konflik baru.
Jika proses damai berjalan secara konsisten, Dave meyakini ancaman terhadap jalur perdagangan dan pelayaran internasional di Timur Tengah dapat berkurang secara signifikan, sehingga memberikan manfaat bagi perekonomian global.
Dari sisi perlindungan warga negara, kondisi keamanan yang lebih stabil juga akan membantu pemerintah memastikan keselamatan WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, baik untuk bekerja, belajar, maupun menjalankan aktivitas lainnya.
Komisi I DPR pun berharap pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara aktif dan memanfaatkan setiap peluang untuk memperkuat kepentingan nasional di bidang diplomasi, perdagangan, energi, serta perlindungan WNI di luar negeri.
“Perkembangan ini patut dipandang sebagai peluang positif yang harus dijaga bersama. Stabilitas kawasan akan memberikan manfaat bagi keamanan, kesejahteraan, dan kemajuan dunia secara keseluruhan,” ujar Dave. (agn)
