Pemkab Bogor Intensifkan Pembersihan Jalur Alternatif Puncak, Antisipasi Genangan dan Kemacetan

Pemkab Bogor mengintensifkan pembersihan drainase dan penataan jalur alternatif Puncak di Bogor Selatan untuk mencegah genangan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:30 WIB
Pemkab Bogor Intensifkan Pembersihan Jalur Alternatif Puncak, Antisipasi Genangan dan Kemacetan
Humas UPTD for Hallonews foto: Jalan alternatif di wilayah Kabupaten Bogor dibersihkan.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui UPTD Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi terus melakukan penataan dan pembersihan sejumlah ruas jalur alternatif Puncak di wilayah Bogor Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengurangi risiko genangan air akibat saluran drainase yang tersumbat.

Kepala UPTD DPU Jalan dan Jembatan Wilayah II Ciawi, Heru Haerudin, mengatakan kegiatan difokuskan pada pembersihan bahu jalan serta normalisasi saluran drainase di sejumlah titik yang menjadi akses penting bagi masyarakat dan wisatawan menuju kawasan Puncak.

Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan adalah ruas Jalan Pasirmuncang–Cipopokol di Kecamatan Caringin.

Selain itu, petugas juga melakukan pembersihan di ruas Jalan Ciawi–Citapen–Ciderum yang selama ini menjadi jalur penghubung antarkawasan permukiman dan akses menuju destinasi wisata di kawasan Puncak.

“Pekerjaan ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mengurangi potensi genangan yang dapat terjadi akibat tersumbatnya saluran drainase,” ujar Heru, Rabu (17/6/2026).

Tidak hanya di Kecamatan Caringin, kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah ruas jalan alternatif yang berada di wilayah Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua.

Kawasan Cipayung hingga Cilember menjadi fokus penataan karena sering digunakan pengendara sebagai jalur alternatif saat terjadi kepadatan lalu lintas di jalur utama Puncak.

Menurut Heru, keberadaan drainase yang berfungsi dengan baik sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan.

Saluran air yang tersumbat dapat memicu genangan, mempercepat kerusakan badan jalan, hingga menimbulkan sedimentasi yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya membersihkan sampah dan endapan lumpur di saluran air, tetapi juga melakukan perapihan bahu jalan guna meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Heru menegaskan, program penataan jalur alternatif Puncak akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur jalan di wilayah Bogor Selatan.

“Penataan jalur alternatif Puncak terus kami lakukan agar saluran drainase maupun irigasi yang mengalami penyumbatan dapat kembali berfungsi secara optimal,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke saluran air.

Menurutnya, keberhasilan penataan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran drainase. Partisipasi warga sangat penting agar fungsi saluran air tetap berjalan baik dan infrastruktur jalan dapat terjaga,” tutup Heru. (opy)