Sopir Angkot Protes Penambahan Bus Stop Biskita di Tajur, Dishub Bogor Tegaskan Tetap Berjalan

Puluhan sopir dan pemilik angkot di Kota Bogor memprotes penambahan titik pemberhentian Biskita di Jalan Raya Tajur. Dishub menegaskan kebijakan tersebut tetap berjalan demi pelayanan transportasi publik

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:30 WIB
Sopir Angkot Protes Penambahan Bus Stop Biskita di Tajur, Dishub Bogor Tegaskan Tetap Berjalan
Biskita melaju di jalan raya. (Hallonews/yopy)

HALLONEWS.ID – Puluhan sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk menyampaikan keberatan atas penambahan titik pemberhentian Bus Trans Pakuan (Biskita) di koridor Jalan Raya Tajur hingga Ciawi.

Aksi yang berlangsung pada Kamis tersebut diikuti sekitar 80 orang yang berasal dari trayek 21.

Mereka menilai keberadaan sejumlah bus stop baru berdampak langsung terhadap berkurangnya jumlah penumpang angkot.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, membenarkan adanya kedatangan para sopir dan pemilik angkot ke kantor Dishub.

Menurutnya, keberatan utama yang disampaikan berkaitan dengan penambahan delapan titik pemberhentian Biskita di ruas Jalan Raya Tajur–Wangun–Ciawi.

Para sopir mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak titik-titik pemberhentian baru mulai beroperasi.

Berdasarkan keterangan yang diterima Dishub, sebagian pengemudi memperkirakan penghasilannya berkurang hingga setengah dari pendapatan biasanya.

Meski demikian, Dishub menjelaskan bahwa penambahan bus stop dilakukan sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau.

“Kebijakan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga yang menginginkan titik naik dan turun penumpang yang lebih mudah dijangkau,” kata Dody Jumat (19/6/2026).

Saat ini, jumlah titik pemberhentian Biskita di sepanjang koridor Tajur hingga Ciawi mencapai sekitar 11 titik, termasuk halte yang telah tersedia sebelumnya. Penempatan bus stop dilakukan pada kedua arah jalur guna memudahkan mobilitas penumpang.

Dalam pertemuan tersebut, para sopir angkot meminta agar pengoperasian bus stop baru ditunda sementara waktu.

Namun, Dishub menilai permintaan tersebut tidak dapat langsung direalisasikan karena pengoperasian Biskita telah terintegrasi dengan sistem berbasis koordinat yang digunakan operator.

Selain mempersoalkan penambahan titik pemberhentian, para pengemudi angkot juga menyampaikan keluhan terkait perilaku sebagian pengemudi Biskita yang dinilai kurang tertib saat berkendara.

Mereka turut meminta adanya pengawasan terhadap kapasitas penumpang yang diangkut bus.

Menanggapi hal itu, Dishub menyatakan akan meneruskan berbagai masukan kepada operator Biskita.

Pemerintah juga mengingatkan bahwa operator dapat dikenakan sanksi apabila bus tidak berhenti di titik pemberhentian resmi yang telah ditetapkan.

Audiensi antara perwakilan sopir angkot dan jajaran Dishub Kota Bogor berlangsung dalam suasana kondusif.

Hasil pertemuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan transportasi publik dan keberlangsungan usaha angkutan kota yang masih beroperasi di wilayah Kota Bogor. (opy)