47 Ribu Siswa Daftar SMP Negeri Bekasi, Ranking Bisa Dipantau Lewat Aplikasi Bebunge
SPMB SMPN Kabupaten Bekasi diserbu 47.144 pendaftar, sementara kuota hanya 32.030 kursi. Orang tua bisa mendaftar dan memantau ranking secara real time lewat Bebunge.

HALLONEWS.ID – Persaingan masuk SMP Negeri di Kabupaten Bekasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 semakin ketat. Jumlah pendaftar menembus 47.144 calon peserta didik jauh melampaui daya tampung hanya 32.030 kursi.
Artinya, lebih dari 15 ribu calon siswa berpotensi tidak tertampung di 56 SMP Negeri yang tersedia apabila jumlah pendaftar terus bertambah hingga penutupan jalur domisili. Pemkab Bekasi mengandalkan digitalisasi melalui aplikasi Bebunge untuk proses pendaftaran dan seleksi.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi Bahrul Ulum mengatakan pelaksanaan SPMB sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti ataupun bermasalah.
”Alhamdulillah sampai sejauh ini sejak dibuka pertama kali pelaksanaan SPMB berjalan baik dari berbagai jalur. Sistem aplikasi Bebunge berjalan dengan aman dan lancar,” kata Bahrul kepada Hallonews, Kamis (2/7/2026).
Menurut Bahrul, aplikasi Bebunge dirancang agar seluruh proses penerimaan siswa baru dapat dilakukan hanya melalui telepon genggam, baik berbasis Android maupun iOS. Dengan sistem tersebut, orang tua tak harus menggunakan komputer atau laptop untuk mendaftarkan anaknya.
“Seluruh proses SPMB cukup menggunakan handphone melalui aplikasi Bebunge. Orang tua tidak perlu lagi menggunakan laptop. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan dari mana saja,” ungkapnya.
Tak hanya untuk pendaftaran, aplikasi tersebut juga memungkinkan masyarakat memantau posisi atau peringkat calon peserta didik secara real time selama proses seleksi berlangsung.
“Transparansi menjadi salah satu prioritas kami. Melalui aplikasi Bebunge, masyarakat bisa melihat langsung perkembangan ranking calon siswa secara realtime sehingga proses seleksi dapat dipantau secara terbuka,” ucapnya.
Ia menyebut Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang menerapkan sistem SPMB berbasis aplikasi untuk dua platform sekaligus, yakni Android dan iOS. Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemkab Bekasi menyediakan total 32.030 kursi yang tersebar di 56 SMP Negeri.
Kuota tersebut terdiri atas 16.016 kursi jalur domisili, 8.014 kursi jalur prestasi, 6.403 kursi jalur afirmasi, dan 1.597 kursi jalur mutasi. Sementara itu, jumlah lulusan SD sederajat di Kabupaten Bekasi tahun ini mencapai 63.784 siswa, hampir dua kali lipat dari kapasitas SMP Negeri.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Fathurochman mengatakan kondisi tersebut bukan hal baru karena sistem pendidikan di daerah juga ditopang oleh sekolah swasta, Madrasah Tsanawiyah (MTs), pondok pesantren, hingga lembaga pendidikan kesetaraan.
“Memang lulusan SD sederajat sekitar 63.784 siswa, sementara kuota SMP Negeri sekitar 32 ribu siswa. Namun tidak semua masyarakat memilih sekolah negeri. Masih ada SMP swasta, MTs, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.
Menurut Imam, yang menjadi fokus pemerintah bukan memastikan seluruh lulusan masuk sekolah negeri, melainkan memastikan seluruh anak tetap memperoleh akses pendidikan melalui
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan bantuan pendidikan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta maupun pendidikan kesetaraan.
Bantuan tersebut ditujukan bagi sekitar 5.000 siswa jenjang SD dan 1.000 siswa jenjang SMP, sebagai upaya meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.
Dengan pendaftaran jalur domisili yang masih berlangsung hingga hari terakhir, jumlah pendaftar diperkirakan masih akan terus bertambah sehingga persaingan masuk SMP Negeri di Kabupaten Bekasi tahun ini menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. (dul)
