Profil Enam Kapolda Baru yang Dilantik Kapolri, dari Jabar hingga Papua Barat Daya
Enam Kapolda baru resmi dilantik Kapolri. Berikut profil lengkap Rudi Setiawan, Pipit Rismanto, Djati Wiyoto Abadhy, Alberd Teddy Sianipar, Agus Wijayanto, dan Yulius Audie

HALLONEWS.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik enam Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
Pergantian ini merupakan bagian dari regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi di tubuh Polri.
Enam perwira tinggi yang mendapat amanah baru tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam bidang operasional, penegakan hukum, hingga manajemen organisasi kepolisian.
1. Kapolda Aceh Irjen Pol Rudi Setiawan
Rudi Setiawan resmi menjabat Kapolda Aceh menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. Perwira tinggi Polri ini dikenal memiliki pengalaman luas dalam bidang reserse serta penanganan berbagai perkara strategis.
Kariernya berkembang melalui sejumlah posisi penting di lingkungan Mabes Polri maupun satuan kewilayahan.
Kemampuannya dalam penguatan sistem penegakan hukum menjadi salah satu pertimbangan utama penunjukan dirinya sebagai Kapolda Aceh.
Dengan tantangan keamanan yang cukup kompleks di Aceh, Rudi diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
2. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy
Djati Wiyoto Abadhy dipercaya memimpin Polda Sumatera Barat menggantikan Komjen Pol Gatot Tri Suryanta yang mendapat penugasan baru.
Djati sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Utara. Pengalaman memimpin wilayah perbatasan dinilai menjadi modal penting dalam mengelola dinamika keamanan di Sumatera Barat yang memiliki karakteristik sosial dan geografis tersendiri.
Sepanjang kariernya, Djati dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman di bidang operasional kepolisian, pembinaan personel, hingga manajemen organisasi.
3. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto
Pipit Rismanto menjadi salah satu nama yang mendapat perhatian dalam rotasi kali ini. Ia dipercaya memimpin Polda Jawa Barat menggantikan Komjen Pol Rudi Setiawan.
Pipit sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia juga dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan Bareskrim Polri.
Perwira lulusan
Akademi Kepolisian ini pernah menangani berbagai kasus besar dan memiliki kompetensi yang kuat dalam bidang investigasi serta penegakan hukum.
Sebagai Kapolda Jawa Barat, Pipit menghadapi tantangan yang tidak ringan mengingat Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia serta memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi.
4. Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar
Alberd Teddy Benhard Sianipar resmi menggantikan Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kapolda Kalimantan Barat.
Alberd dikenal sebagai perwira yang memiliki pengalaman di bidang pengawasan, pembinaan, serta manajemen organisasi kepolisian. Selama berkarier, ia pernah mengemban sejumlah jabatan strategis yang berkaitan dengan penguatan tata kelola institusi.
Penugasannya di Kalimantan Barat dinilai penting mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga dan memiliki tantangan keamanan lintas batas yang cukup kompleks.
5. Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Agus Wijayanto
Agus Wijayanto dipercaya mengisi posisi Kapolda Kalimantan Utara menggantikan Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.
Sebagai wilayah yang berada di kawasan perbatasan, Kalimantan Utara memiliki tantangan tersendiri terkait pengamanan perbatasan, aktivitas ekonomi lintas negara, hingga potensi kejahatan transnasional.
Agus Wijayanto diharapkan mampu memperkuat pengawasan wilayah perbatasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
6. Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru
Yulius Audie Sonny Latuheru resmi menjabat Kapolda Papua Barat Daya menggantikan Brigjen Pol Gatot Haribowo.
Perwira berpangkat brigadir jenderal ini memiliki pengalaman di bidang operasional dan kewilayahan.
Penugasannya di Papua Barat Daya dinilai strategis mengingat provinsi tersebut masih tergolong daerah baru yang membutuhkan penguatan kelembagaan, termasuk di sektor keamanan.
Yulius diharapkan dapat membangun komunikasi yang efektif dengan pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Rotasi enam Kapolda ini menjadi bagian dari kebijakan pembinaan karier di tubuh Polri yang bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan, memperkuat profesionalisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di berbagai daerah.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kualitas sumber daya manusia Polri.
Menurutnya, serah terima jabatan bukan hanya bagian dari pembinaan karier, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat kapasitas organisasi agar semakin adaptif dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
“Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Langkah ini dilakukan agar Polri semakin profesional, adaptif, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Johnny.
Ia berharap para pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang telah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum di wilayah masing-masing.
(min)
