Bali Bangun PSEL Raksasa, Zulhas: Sampah Diubah Jadi Listrik Demi Selamatkan Pariwisata
Pemerintah membangun PSEL Denpasar Raya berkapasitas 1.400 ton sampah per hari untuk menghasilkan listrik dan menjaga pariwisata Bali berkelanjutan.

HALLONEWS.ID – Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya sebagai proyek strategis yang ditargetkan mampu mengatasi persoalan sampah sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang bersih dan ramah lingkungan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pembangunan PSEL menandai dimulainya transformasi pengelolaan sampah nasional yang diawali dari Bali.
“Bali memulai langkah besar menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang baik akan menjaga kualitas lingkungan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia,” ujar Zulhas.
Peresmian proyek ditandai dengan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) sebagai bagian dari percepatan pembangunan PSEL.
Pemerintah juga melibatkan Danantara untuk memperkuat pembiayaan dan sinergi pembangunan infrastruktur strategis, termasuk pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai wilayah Indonesia.
Pembangunan PSEL dinilai semakin mendesak mengingat tingginya aktivitas pariwisata di Pulau Dewata. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Bali, sepanjang 2025 jumlah wisatawan yang datang telah melampaui 16 juta orang, sementara sektor pariwisata menyumbang lebih dari 65 persen terhadap perekonomian daerah.
Karena itu, pengelolaan sampah yang modern menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik wisata sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Zulhas optimistis keberhasilan proyek PSEL Denpasar Raya akan menjadi acuan bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Keberhasilan PSEL Denpasar Raya akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah modern melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pemerintah memastikan program percepatan pembangunan PSEL tidak berhenti di Bali. Setelah proyek Denpasar Raya berjalan, pembangunan PSEL Kota Bekasi dan PSEL Bogor Raya 1 juga akan segera dimulai sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.
Proyek ini menjadi implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan fasilitas waste to energy melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, serta kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
PSEL Denpasar Raya dirancang mampu mengolah hingga 1.400 ton sampah setiap hari. Masa konstruksinya diperkirakan berlangsung selama 18 bulan, dengan target mulai beroperasi pada akhir 2027.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi permanen bagi persoalan sampah di kawasan Denpasar Raya sekaligus menjadi model pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah di berbagai daerah. (agn)
