Prabowo Pangkas Bunga Kredit Koperasi Desa Merah Putih Jadi 8 Persen

Presiden Prabowo menurunkan bunga kredit Koperasi Desa Merah Putih dari 22 persen menjadi 8 persen per tahun untuk mempermudah akses pembiayaan masyarakat desa.

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:32 WIB
Prabowo Pangkas Bunga Kredit Koperasi Desa Merah Putih Jadi 8 Persen
Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto/Youtube Kementerian Koperasi.

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan penurunan suku bunga program kredit super mikro melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kebijakan ini sebagai upaya mempermudah masyarakat desa memperoleh akses pembiayaan lebih ringan.

“Bunga kredit yang sebelumnya mencapai 22 persen per tahun kini dipangkas menjadi 8 persen per tahun,” kata Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Menurut Prabowo, angka tersebut merupakan hasil pembahasan bersama para menteri dan kalangan perbankan.

Ia mengaku sempat mengusulkan bunga kredit hanya 5 persen, namun usulan itu dinilai terlalu rendah karena mempertimbangkan biaya operasional lembaga penyalur.

Meski begitu, Prabowo menilai bunga 8 persen sudah jauh lebih terjangkau dibandingkan skema sebelumnya sehingga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro di pedesaan.

“Tak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi pusat pelayanan ekonomi terpadu di desa,” ungkapnya.

Pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari toko sembako, apotek desa yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau, layanan logistik, hingga cold storage untuk menjaga hasil panen petani agar tidak cepat rusak.

Prabowo juga menegaskan seluruh barang yang mendapat subsidi pemerintah nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih.

Langkah tersebut diharapkan membuat distribusi bantuan menjadi lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat peran koperasi di tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung besarnya potensi kekayaan alam Indonesia.

Namun, ia mengaku prihatin karena masih banyak kekayaan negara yang menurutnya dinikmati atau diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya memperkuat tata kelola ekonomi agar kekayaan Indonesia dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. (dul)