Korban Bullying, Siswa MAN 3 Padang Nekat Ledakan Bom Rakitan di Sekolah

Polisi mengungkap siswa MAN 3 Padang yang membawa bom rakitan ke sekolah merupakan korban bullying. Tekanan psikologis diduga menjadi pemicu aksinya

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:42 WIB
Korban Bullying, Siswa MAN 3 Padang Nekat Ledakan Bom Rakitan di Sekolah
Polisi mengumpulkan barang bukti bom rakitan yang dibawa dan diledakan salah seorang siswa MAN 3 Padang. Foto Istimewa

HALLONEWS.ID – Fakta baru terungkap dalam kasus siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang yang membawa bom rakitan ke lingkungan sekolah.

Kepolisian menyebut pelajar berinisial R (17) diduga melakukan aksi tersebut setelah mengalami perundungan atau bullying dalam waktu yang cukup lama.

Peristiwa itu terjadi di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka mengatakan petugas keamanan sekolah lebih dahulu menemukan benda yang diduga sebagai bom rakitan sebelum dilakukan pengamanan oleh aparat.

“Dalam pemeriksaan awal, polisi menyita sejumlah barang dari pelaku, di antaranya kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta beberapa barang lain yang kini masih diperiksa lebih lanjut,” kata Mayndra, Rabu (15/7/2026).

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Susmelawati Rosya menambahkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan R merupakan korban perundungan oleh teman-temannya di sekolah.

Menurutnya, tekanan psikologis akibat sering menjadi sasaran ejekan diduga menjadi faktor yang mendorong pelaku melakukan tindakan berbahaya tersebut.

Aparat juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta keluarga untuk mendalami kondisi psikologis pelajar tersebut.

“Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap bagaimana pelaku merakit benda tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan sumber pengetahuan yang diperolehnya,” katanya.

Diketahui, R ternyata merakit bom sendiri yang diperolehnya dari internet. Ia terinspirasi kasus SMAN 72 Jakarta 2025 lalu.

“Terduga juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di sebuah SMA di Jakarta pada tahun 2025,” papar Mayndra.

Berdasarkan keterangan awal terduga, perangkat diduga dirakit secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

“Pelaku juga mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” tandasnya. (min)