Demokrat Nilai Serangan terhadap Dody Hanggodo Sarat Kepentingan Politik
Demokrat menilai polemik Rolex dan jet pribadi Menteri PU Dody Hanggodo berlebihan serta menegaskan seluruh aset berasal dari usaha pribadi.

HALLONEWS.ID – Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat, Yan Harahap, membela Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo terkait sorotan publik atas kepemilikan jam tangan mewah Rolex hingga penggunaan jet pribadi.
Menurutnya, berbagai tudingan yang beredar tidak berdasar dan cenderung diarahkan untuk membangun opini negatif.
Yan menegaskan masyarakat perlu mengetahui latar belakang Dody Hanggodo sebelum menjabat sebagai menteri.
Ia menyebut Dody telah lama berkiprah sebagai pengusaha sukses di sektor energi, pertambangan, dan perkebunan sehingga memiliki kemampuan finansial jauh sebelum masuk ke dunia politik.
“Beliau bukan hanya politisi. Jauh sebelum menjadi menteri, beliau sudah menjadi pengusaha di bidang energi, pertambangan, dan perkebunan. Jadi kalau memiliki jam tangan mewah, itu hal yang wajar selama diperoleh secara sah,” ujar Yan saat dihubungi Hallonews, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, kepemilikan barang mewah seperti Rolex tidak dapat dijadikan dasar untuk menuding adanya pelanggaran. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya tidak dibesar-besarkan apabila tidak disertai bukti adanya pelanggaran hukum.
Yan juga meyakini Dody telah memenuhi kewajiban sebagai penyelenggara negara, termasuk melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Jika memang ditemukan dugaan pelanggaran, kata dia, lembaga yang berwenang tentu akan melakukan pemeriksaan.
Selain soal jam tangan, Yan turut menanggapi isu penggunaan jet pribadi yang sempat dikaitkan dengan Menteri PU.
Ia menegaskan, sepanjang pengetahuannya, penggunaan fasilitas tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dibiayai secara pribadi.
“Kalau menggunakan APBN tentu layak dikritisi. Tapi sepanjang yang saya ketahui, itu menggunakan biaya pribadi,” katanya.
Yan juga mempertanyakan munculnya berbagai isu yang menyerang Dody Hanggodo. Ia menduga polemik tersebut memiliki muatan politik mengingat Dody merupakan kader Partai Demokrat.
Ia mencontohkan tudingan mengenai adanya kerabat Dody yang disebut menjadi komisaris perusahaan, yang menurutnya telah terbukti tidak benar.
Karena itu, Yan mengimbau publik tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki dasar yang jelas.
“Jangan lupa, sebelum menjadi menteri bahkan sebelum menjadi politisi, beliau sudah merupakan pengusaha yang cukup sukses. Jadi kemampuan finansialnya bukan sesuatu yang muncul setelah menjabat,” pungkasnya. (agn)
