Rektor IPB University Genjot Penguatan Sistem Mutu demi Pertahankan Akreditasi Institusi

IPB University mulai memperkuat sistem manajemen mutu sebagai persiapan akreditasi institusi 2027. Rektor meminta seluruh fakultas dan sekolah membentuk Komisi Manajemen Mutu dan Akreditasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:20 WIB
Rektor IPB University Genjot Penguatan Sistem Mutu demi Pertahankan Akreditasi Institusi
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet. (Hallonews/yopy)

HALLONEWS.ID – IPB University mulai memperkuat sistem manajemen mutu sebagai langkah strategis menghadapi proses akreditasi institusi yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.

Seluruh pimpinan fakultas, sekolah, lembaga, dan unit kerja diminta meningkatkan kesiapan melalui penguatan tata kelola mutu yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan, saat membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tingkat Institusi yang diselenggarakan Kantor Manajemen Mutu (KMM) IPB University di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.

Kegiatan tersebut diikuti para dekan, wakil dekan, kepala lembaga, serta pimpinan unit kerja di lingkungan IPB University sebagai bagian dari evaluasi sistem penjaminan mutu institusi.

Alim menjelaskan, RTM merupakan forum penting untuk meninjau capaian sistem manajemen mutu sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan yang berkesinambungan.

“Secara administratif, kajian ini sangat krusial karena tahun depan kita mulai mempersiapkan akreditasi perguruan tinggi. Akreditasi institusi IPB akan berakhir pada November 2027 sehingga proses persiapan dan pengajuan dokumen harus dilakukan jauh sebelumnya,” ujar Alim Setiawan, Kamis (16/7/2026).

Selain memperkuat evaluasi mutu, Rektor juga menginstruksikan setiap fakultas dan sekolah segera membentuk Komisi Manajemen Mutu dan Akreditasi.

Hingga saat ini, baru delapan fakultas dan sekolah yang telah memiliki komisi tersebut.

Menurutnya, keberadaan komisi tersebut akan memperkuat tata kelola mutu di tingkat fakultas dan sekolah sekaligus meringankan beban program studi dalam menghadapi proses akreditasi.

“Kita ingin urusan akreditasi tidak lagi hanya menjadi beban program studi, tetapi diperkuat di tingkat fakultas dan sekolah dengan dukungan Kantor Manajemen Mutu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Manajemen Mutu (KMM) IPB University, Dr I Wayan Nurjaya, menjelaskan bahwa RTM menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh indikator mutu yang dipersyaratkan pada instrumen akreditasi dapat dipenuhi.

Melalui forum tersebut, pimpinan institusi dapat mengidentifikasi berbagai indikator yang belum memenuhi standar, kemudian menyusun komitmen bersama untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Harapannya, pada RTM berikutnya jumlah temuan akan semakin berkurang, bahkan dapat dihilangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, RTM Tingkat Institusi juga bertujuan menyamakan persepsi dan komitmen seluruh unit kerja terhadap sasaran mutu institusi, sekaligus menyelaraskan berbagai program perbaikan guna meningkatkan kinerja organisasi dan mendukung keberhasilan akreditasi institusi.

Menurutnya, pelaksanaan RTM tidak hanya menjadi bagian dari siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP), tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun budaya mutu yang kuat serta meningkatkan daya saing IPB University di tingkat nasional maupun internasional. (opy)