Teaching Factory Berhasil Mengasah Jiwa Wirausaha para Siswa SMAK Bogor

Siswa SMAK Bogor mengembangkan produk sabun cuci tangan, hingga essential oil melalui program Teaching Factory. Program ini membekali siswa dengan pengalaman produksi, quality control, dan kewirausahaan.

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB
Teaching Factory Berhasil Mengasah Jiwa Wirausaha para Siswa SMAK Bogor
Siswa SMAK Bogor buat sabun dari minyak. Inovasi kewirausahaan yang baik. (SMAKBO for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Kreativitas dan semangat kewirausahaan ditunjukkan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan–Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMK-SMAK Bogor/SMAKBO) melalui program Teaching Factory.

Dalam program tersebut, para siswa berhasil mengembangkan berbagai produk unggulan berupa sabun cuci tangan, sabun cuci piring, hingga minyak aromaterapi (essential oil) yang diproduksi sendiri dan telah dipasarkan kepada masyarakat.

Program Teaching Factory merupakan pembelajaran berbasis produksi yang diterapkan bagi siswa kelas 13 sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja maupun dunia usaha.

Melalui program ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses merancang produk, memproduksi, melakukan pengujian kualitas, hingga memasarkan hasil karya mereka.

Salah seorang siswi kelas 13 SMAK Bogor, Nabila (19), menjelaskan bahwa produk yang dikembangkan terbagi dalam dua kategori utama, yakni produk pembersih dan aromaterapi. Dari kedua kategori tersebut lahirlah tiga produk unggulan hasil inovasi para siswa.

“Di sini kita memproduksi tiga produk. Pertama ada Sengit, yakni sabun cuci tangan yang memiliki tiga varian. Kedua ada Kinclong, produk sabun cuci piring. Ketiga ada Semilir atau Smakbo Essential Oil yang berupa minyak aromaterapi dan menjadi produk best seller kami,” ujar Nabila kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Sebagai sekolah vokasi dengan masa pendidikan selama empat tahun, Smakbo menempatkan siswa kelas 13 pada tahap pembelajaran yang lebih aplikatif.

Selain menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai industri, mereka juga diwajibkan menyelesaikan proyek akhir sebagai bagian dari kompetensi keahlian.

Melalui Teaching Factory, para siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai proses produksi layaknya di dunia industri.

Mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kualitas agar produk yang dipasarkan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Nabila menegaskan seluruh produk yang dihasilkan telah melewati proses Quality Control (QC) secara menyeluruh sebelum dipasarkan kepada konsumen.

“Untuk semua produknya, kita sudah QC pass. Jadi semuanya sudah dicek langsung kelayakannya oleh tim Quality Control (QC),” jelasnya.

Proses pengawasan mutu tersebut menjadi tahapan penting agar setiap produk yang dihasilkan layak digunakan dan memiliki kualitas sesuai standar industri.

Dengan demikian, siswa memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya penerapan sistem pengendalian mutu dalam proses produksi.

Saat ini, produk hasil karya siswa SMAK Bogor dipasarkan dengan sistem produksi berdasarkan pesanan (by order).

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, yakni Rp15.000 untuk minyak aromaterapi Semilir, sedangkan sabun cuci tangan Sengit dan sabun cuci piring Kinclong dijual seharga Rp10.000 per produk.

Menariknya, seluruh desain kemasan produk juga dibuat secara mandiri oleh para siswa. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran agar mereka memahami pengembangan produk secara utuh, mulai dari perencanaan, produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

Menurut Nabila, pengalaman mengikuti program Teaching Factory memberikan bekal yang sangat berharga sebelum para siswa lulus dari SMAK Bogor.

Selain meningkatkan keterampilan teknis di bidang kimia, program tersebut juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan memperkuat pemahaman mengenai pentingnya standar quality control dalam menghasilkan produk yang berkualitas.

“Jadi melalui program ini, siswa-siswi memang diajari langsung untuk berwirausaha dan sekaligus meningkatkan standar quality control-nya,” kata Nabila. (opy)