Warga Bekasi Heboh Temukan Tanaman Mirip Bunga Bangkai dan Bisa Dimakan

Kembang mirip bunga bangkai mekar di Kranji, Kota Bekasi. Ternyata tanaman tersebut adalah suweg, umbi-umbian yang masih satu kerabat dengan bunga bangkai raksasa.

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:33 WIB
Warga Bekasi Heboh Temukan Tanaman Mirip Bunga Bangkai dan Bisa Dimakan
Tanaman Suweg di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. (Foto: Hallonews)

HALLONEWS.ID – Warga Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, dibuat penasaran dengan kemunculan tanaman yang sekilas menyerupai bunga bangkai. Bunga berwarna ungu kecokelatan dengan tongkol menjulang.

Penampakan di tengahnya menjadi perhatian warga karena tampilannya mirip Amorphophallus titanum atau bunga bangkai raksasa. Namun, tanaman yang mekar di pekarangan sebuah rumah kontrakan di Jalan Lapangan Bola itu ternyata bukan bunga bangkai raksasa.

Tanaman tersebut merupakan suweg (Amorphophallus paeoniifolius), salah satu jenis umbi-umbian yang masih satu marga dengan bunga bangkai, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.

Pemilik tanaman, Warsini kepada wartawan mengatakan pohon suweg itu telah ditanam suaminya, Juari sejak bertahun-tahun lalu. Bibitnya bahkan dibawa langsung dari kampung halaman mereka di Pacitan, Jawa Timur.

“Ya ini sudah lama ditanam, sudah bertahun-tahun. Bibitnya dibawa dari kampung, Pacitan,” kata Warsini, Minggu (19/7/2026).

Menurut Warsini, keluarganya memang menanam suweg untuk dikonsumsi karena umbinya dapat diolah layaknya talas. Di pekarangannya terdapat beberapa tanaman suweg, tetapi hanya satu yang kali ini mengeluarkan bunga.

Ia menjelaskan bunga tersebut mulai muncul sekitar dua pekan lalu dalam bentuk tunas kecil.

Beberapa hari kemudian, tunas itu perlahan mekar hingga membentuk kelopak besar dengan tongkol bunga di bagian tengah yang membuatnya tampak sangat mirip bunga bangkai.

“Sudah dua mingguan saya lihat. Mekarnya baru sekitar tiga sampai empat hari lalu. Mekar sendiri, cuma satu itu saja yang berbunga,” ujarnya.
Meski penampilannya menyerupai bunga bangkai, Warsini memastikan tanaman itu tidak mengeluarkan aroma busuk yang menyengat seperti yang dikenal masyarakat.

SUWEG1
Penampakan bunga Suweg di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

Lokasi tanaman yang berada tak jauh dari tempat pembuangan sampah juga membuatnya sulit memastikan apakah ada bau khas dari bunga tersebut.

“Nggak tahu juga, kan dekat sampah. Jadi bau atau nggaknya susah dibedakan,” katanya sambil tertawa.

Ia pun memilih membiarkan bunga itu tumbuh alami meski kini banyak warga berdatangan untuk melihat dari dekat. ”Biar saja hidup, nanti juga layu sendiri. Kalau ada yang mau lihat, silakan,” ucapnya.

Warga Sempat Mengira Bunga Bangkai

Kemunculan bunga tersebut juga menarik perhatian warga sekitar. Salah satunya, Yani, yang pertama kali melihat tanaman itu saat melintas di Jalan Lapangan Bola.

Menurutnya, banyak warga awalnya mengira bunga tersebut adalah bunga bangkai karena bentuknya yang sangat mirip. ”Katanya sih bunga bangkai, padahal di situ memang banyak tanaman suweg yang ditanam warga,” ujar Yani.

Saat mendekat, ia tidak mencium aroma busuk seperti yang identik dengan bunga bangkai raksasa. ”Saya memang belum pernah mencium bunga bangkai asli, tapi dari bentuknya sekilas memang sangat mirip,” katanya.

Meski berasal dari marga yang sama, Amorphophallus paeoniifolius atau suweg berbeda dengan Amorphophallus titanum yang dikenal sebagai bunga bangkai raksasa.

Bunga bangkai raksasa memiliki ukuran jauh lebih besar dan mengeluarkan bau menyengat saat mekar untuk menarik serangga penyerbuk.

Sementara suweg memiliki ukuran lebih kecil, aroma yang jauh lebih lemah, serta dikenal sebagai tanaman pangan karena umbinya dapat dikonsumsi setelah diolah.

Kini bunga suweg yang sedang mekar tersebut masih dibiarkan tumbuh di pekarangan warga dan menjadi daya tarik tersendiri.

Warga berharap keberadaan tanaman unik itu tetap terjaga sekaligus dapat dikenali masyarakat agar tidak lagi disalahartikan sebagai bunga bangkai raksasa. (dul)