PSEL Belum Beropeasi, Zulhas Ingatkan Bandung Tak Bisa Tunggu Tiga Tahun Atasi Darurat Sampah

Zulkifli Hasan ajak warga pilah sampah dari rumah, percepat teknologi pengolahan, dan tekan beban TPA di Jawa Barat

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:56 WIB
PSEL Belum Beropeasi, Zulhas Ingatkan Bandung Tak Bisa Tunggu Tiga Tahun Atasi Darurat Sampah
Menko Pangan Zulhas mengajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. (Kemenko Pangan for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan penanganan darurat sampah di Jawa Barat, khususnya kawasan Bandung Raya, tidak bisa menunggu beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka yang diperkirakan masih membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.

Karena itu, pemerintah mendorong gerakan masif pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah cepat untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).

“Pemerintah menyiapkan sistem dan teknologi, sementara dari rumah kita mulai dengan langkah paling sederhana, yaitu memilah sampah,” kata Zulkifli Hasan saat memimpin Apel Siaga Jabar Berseka, Aksi Pilah Sampah dari Rumah di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 4.000 peserta tersebut merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Zulkifli, kondisi TPA Sarimukti yang semakin terbatas membuat seluruh pihak harus bergerak bersama tanpa menunggu pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berskala besar selesai.

“Kita tidak bisa menunggu tiga tahun sambil membiarkan sampah terus menumpuk. Yang bisa kita kerjakan hari ini harus dilakukan bersama. Pilah dari rumah, olah yang bisa diolah, sehingga hanya residu yang masuk ke TPA,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 2005 yang menewaskan 157 orang sebagai pelajaran bahwa persoalan sampah dapat berubah menjadi bencana apabila tidak ditangani secara serius.

Selain mendorong perubahan perilaku masyarakat, pemerintah juga memperkuat pemanfaatan teknologi pengolahan sampah.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan menyerahkan Lahsamor, inovasi pengolah sampah organik hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kepada perwakilan masyarakat.

Teknologi tersebut diharapkan mampu mengolah sampah organik menjadi kompos langsung dari sumbernya sehingga volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

“Teknologi harus hadir menjawab persoalan masyarakat. Kalau sampah bisa diselesaikan sebagian dari rumah dan lingkungan sendiri, beban TPA akan jauh berkurang,” ujarnya.

Usai apel, Menko Pangan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Sport Jabar Arcamanik.

Rombongan kemudian meninjau budidaya maggot di Kelurahan Sukamiskin sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular berbasis masyarakat dalam mengolah sampah organik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, para bupati dan wali kota se-Jawa Barat, unsur Forkopimda, TNI-Polri, akademisi, pelaku usaha, komunitas, pelajar, serta masyarakat.

Menutup kegiatan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penyelesaian darurat sampah di Jawa Barat harus dilakukan secara terpadu, mulai dari perubahan perilaku masyarakat, pemanfaatan teknologi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah agar persoalan dapat ditangani dari hulu hingga hilir. (opy)