Ananda Bersinar Digencarkan, Materi Anti Narkoba Masuk Kurikulum Nasional

Pemerintah memperkuat perang terhadap narkoba melalui jalur pendidikan. Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai langkah strategis membangun ketahanan generasi muda sejak usia dini.

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:30 WIB
Ananda Bersinar Digencarkan, Materi Anti Narkoba Masuk Kurikulum Nasional
BNN for Hallonews Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di Unesa, Surabaya, Kamis (12/2/2026)

HALLONEWS.ID – Upaya memutus mata rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini diarahkan lebih sistematis melalui dunia pendidikan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dalam kerangka Aksi Nasional Anti Narkotika bertajuk Ananda Bersinar.

Peluncuran yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (12/2), dihadiri sekitar 650 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, tenaga pendidik, hingga pemangku kepentingan pendidikan.

Kepala BNN RI, Komjen Pol, Suyudi Ario Seto mengatakan momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa pencegahan narkoba tidak lagi sebatas kampanye, tetapi masuk ke sistem pendidikan formal.

“Melalui IKAN, materi anti narkoba tidak berdiri sebagai mata pelajaran baru,” katanya dalam keterangan dikutip pada Jumat (13/2/2026).

“Sebaliknya, nilai dan edukasi tentang bahaya narkoba diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler,” imbuhnya.

Menurutnya, pendekatan ini dinilai lebih efektif karena menyatu dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.

Untitled 27
BNN for Hallonews
BNN dan Kemendikdasmen berkolaborasi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN)

“Langkah ini merupakan bentuk kerja kolektif negara dalam membangun benteng intelektual dan moral generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, pencegahan harus dimulai dari kesadaran dan ketahanan individu sejak dini.

“Integrasi kurikulum ini dipandang strategis untuk menanamkan sikap tegas terhadap narkoba sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.

Ia berharap IKAN mampu membentuk ekosistem pendidikan yang sehat, berkarakter, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

Program ini, lanjutnya, menjadi langkah awal sinergi pemerintah dalam menciptakan generasi yang kuat, tangguh, serta memiliki budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

“Dengan integrasi ini, pemerintah menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga lewat penguatan sistem pendidikan sebagai fondasi utama pembentukan karakter bangsa,” pungkasnya. (fer)