Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat, Jasa Marga Imbau Hindari Rest Area Padat

Arus balik Lebaran 2026 mulai meningkat. Jasa Marga mengungkap titik rest area rawan padat dan mengimbau pemudik gunakan alternatif demi perjalanan lebih lancar.

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:30 WIB
Arus Balik Lebaran 2026 Meningkat, Jasa Marga Imbau Hindari Rest Area Padat
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – PT Jasa Marga memastikan kesiapan layanan selama periode arus balik Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026. Hingga akhir Maret, volume kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tercatat terus meningkat, meski penyebarannya relatif merata.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa sekitar 2,36 juta kendaraan telah kembali ke arah Jakarta.

“Angka ini setara dengan hampir 70 persen dari total proyeksi arus balik tahun ini,” katanya, Sabtu (28/3/2026).

Meski pergerakan kendaraan mulai tersebar sejak pertengahan pekan, potensi lonjakan arus balik diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir pekan. Kondisi ini berimbas pada meningkatnya kepadatan di sejumlah ruas tol, terutama di area peristirahatan.

Beberapa rest area di jalur Trans Jawa arah Jakarta diprediksi mengalami kepadatan tinggi, sehingga pemudik diminta lebih cermat dalam mengatur waktu dan lokasi istirahat.

Untuk menghindari antrean panjang, Jasa Marga menyarankan pengguna jalan memanfaatkan rest area alternatif yang lokasinya lebih lengang. Selain itu, pemudik juga dapat keluar sementara dari jalan tol dan beristirahat di jalur arteri.

Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi penumpukan kendaraan di titik-titik favorit yang kerap menjadi pusat keramaian saat arus balik.

Sebagai langkah antisipasi, rekayasa lalu lintas seperti sistem buka-tutup rest area hingga penutupan sementara di titik tertentu akan diterapkan secara situasional berdasarkan diskresi kepolisian.

Pengendara dari arah Bandung menuju Jakarta juga diimbau memanfaatkan jalur fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan guna mengurangi beban lalu lintas di jalur utama.

Jasa Marga juga mendorong pemudik menggunakan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Aplikasi ini menyediakan informasi lengkap mulai dari lokasi rest area, kapasitas, hingga ketersediaan BBM dan fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Selain kesiapan infrastruktur, pemudik diingatkan untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Disiplin berlalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima menjadi kunci perjalanan aman.

Pengemudi juga diminta mematuhi aturan saat melintasi jalur dengan rekayasa lalu lintas seperti one way, termasuk tidak menggunakan bahu jalan secara sembarangan. (dul)