Arus Mudik Membludak! 1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Jelang Lebaran 2026
Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 tak terbendung. Dalam sepekan, lebih dari 1,2 juta kendaraan tercatat keluar dari Jabodetabek dengan dominasi menuju Trans Jawa.

HALLONEWS.ID – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 kian terasa. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.213.388 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dalam periode H-10 hingga H-4 Idulfitri 1447 Hijriah, yakni pada 11–17 Maret 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut angka tersebut merupakan akumulasi lalu lintas dari empat gerbang tol utama: Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak).
“Volume kendaraan tersebut meningkat 20,9 persen dibandingkan kondisi normal yang tercatat sebanyak 1.003.695 kendaraan. Secara keseluruhan, angka ini telah mencapai 34,4 persen dari proyeksi total 3,5 juta kendaraan yang akan keluar dari Jabodetabek selama periode 11–31 Maret 2026,” kata Rivan, Rabu (18/3/2026).
Rivan menjelaskan, distribusi kendaraan didominasi ke arah timur, yakni menuju Trans Jawa dan Bandung, dengan total 612.956 kendaraan atau 50,5 persen. Sementara itu, sebanyak 353.032 kendaraan (29,1 persen) bergerak ke arah barat menuju Merak, dan 247.400 kendaraan (20,4 persen) menuju selatan ke kawasan Puncak.
“Lonjakan tertinggi terjadi di jalur Trans Jawa melalui Gerbang Tol Cikampek Utama dengan 387.451 kendaraan atau meningkat drastis hingga 95,6 persen dari kondisi normal. Sedangkan arah Bandung melalui Kalihurip Utama mencatat 225.505 kendaraan atau naik 2,3 persen,” katanya.
Untuk arah barat, lalu lintas menuju Merak melalui Gerbang Tol Cikupa meningkat 4,7 persen menjadi 353.032 kendaraan. Sementara itu, arus ke Puncak melalui Gerbang Tol Ciawi tercatat 247.400 kendaraan atau sedikit turun 0,3 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026, volume kendaraan yang keluar dari Jabodetabek mencapai 221.978 unit. Angka ini melonjak 68,1 persen dibandingkan kondisi normal harian.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, Kepolisian Republik Indonesia mulai menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) mulai dari Km 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga Km 421 Tol Semarang–Solo. Kebijakan ini berlaku sejak 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Jasa Marga melalui anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT), turut mendukung kebijakan tersebut guna mengurai kepadatan kendaraan yang menuju arah timur.
Selain itu, sejumlah ruas tol fungsional juga dioperasikan untuk mendistribusikan arus lalu lintas, di antaranya Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Tol Yogyakarta–Bawen. Beberapa ruas tersebut telah digunakan pemudik dan menunjukkan peningkatan volume kendaraan.
Untuk arus balik, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan juga disiapkan sebagai jalur alternatif guna mengurangi potensi kemacetan.
Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy dan siaran Radio Travoy FM.
Pengguna jalan juga diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima, beristirahat secara cukup di rest area, memastikan kecukupan bahan bakar dan saldo uang elektronik, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. (ren)
