Bawang Merah Melonjak Hampir 7 Persen, Harga Cabai Serentak Anjlok
Harga pangan nasional pada awal Juni 2026 bergerak bervariasi. Bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng mengalami kenaikan, sementara cabai, daging sapi, dan daging ayam mencatat penurunan harga.

HALLONEWS.ID – Pergerakan harga pangan nasional pada awal Juni 2026 menunjukkan tren yang beragam. Sejumlah komoditas strategis mengalami penurunan harga, namun bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng justru mencatat kenaikan.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, Minggu (7/6/2026), lonjakan tertinggi terjadi pada bawang merah ukuran sedang yang naik 6,99 persen menjadi Rp54.350 per kilogram.
Selain bawang merah, bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen menjadi Rp38.850 per kilogram.
Kenaikan harga turut terjadi pada kelompok minyak goreng. Minyak goreng curah kini dijual Rp20.700 per kilogram atau naik 0,73 persen. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,21 persen menjadi Rp24.050 per kilogram dan minyak goreng bermerek II meningkat 0,22 persen menjadi Rp23.200 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan utama justru mengalami koreksi harga. Cabai menjadi kelompok komoditas yang mencatat penurunan paling signifikan, meski harganya masih tergolong tinggi di pasaran.
Cabai merah besar turun 11,64 persen menjadi Rp64.550 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting terkoreksi 12,61 persen menjadi Rp61.000 per kilogram.
Cabai rawit hijau dijual Rp55.350 per kilogram setelah turun 7,21 persen, sementara cabai rawit merah turun 8,19 persen menjadi Rp75.700 per kilogram.
Komoditas protein hewani juga mengalami penurunan harga. Daging ayam ras segar tercatat turun 2,68 persen menjadi Rp38.150 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi kualitas I turun 1,46 persen menjadi Rp148.500 per kilogram dan daging sapi kualitas II terkoreksi 0,74 persen menjadi Rp140.100 per kilogram.
Untuk kelompok beras, pergerakan harga relatif stabil. Beras kualitas super I mengalami kenaikan tipis 0,29 persen menjadi Rp17.500 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.650 per kilogram.
Adapun beras medium I tetap berada di level Rp16.200 per kilogram. Harga beras medium II juga stabil di angka Rp16.050 per kilogram, begitu pula beras kualitas super II yang bertahan di Rp16.950 per kilogram dan beras kualitas bawah II di Rp14.450 per kilogram.
Komoditas gula pasir menunjukkan pergerakan terbatas. Gula pasir lokal turun tipis 0,26 persen menjadi Rp19.100 per kilogram, sedangkan gula pasir premium tetap berada di harga Rp20.250 per kilogram.
Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan kecil sebesar 0,33 persen menjadi Rp30.400 per kilogram.
Secara umum, data PIHPS menunjukkan pasokan sejumlah komoditas pangan mulai membaik, ditandai dengan turunnya harga cabai, daging, dan telur. Namun, kenaikan harga bawang merah serta minyak goreng masih menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. (agn)
