BNN Bongkar Modus Narkoba Baru Favorit Turis Rusia, Jaringan Internasional Jadi Sorotan

BNN mengungkap peredaran mefedron favorit turis Rusia di Bali dan memperkuat kerja sama membongkar jaringan narkotika internasional.

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:25 WIB
BNN Bongkar Modus Narkoba Baru Favorit Turis Rusia, Jaringan Internasional Jadi Sorotan
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa peredaran mefedonn favorit turis Rusia berada di Bali. (dok Hallonews)

HALLONEWS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai munculnya narkotika sintetis jenis baru yang mulai beredar di Indonesia. Salah satunya adalah mefedron, narkotika yang disebut banyak dikonsumsi oleh warga negara Rusia yang berada di Bali.

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan temuan tersebut terungkap setelah petugas membongkar sebuah clandestine laboratory atau laboratorium narkoba ilegal di Kabupaten Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia.

Dalam operasi itu, BNN menyita narkotika golongan I jenis mefedron dengan berat bruto mencapai 7,894 kilogram, prekursor padat sebanyak 2,6 kilogram, serta bahan cair sekitar 219,785 kilogram yang diduga digunakan dalam proses produksi narkotika.

“Penggerebekan clandestine lab di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia berhasil menyita narkotika golongan I mefedron dengan total berat bruto 7,8 kilogram, prekursor padat 2,6 kilogram, dan cairan 219,7 kilogram,” ujar Suyudi.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi bukti bahwa ancaman narkotika sintetis di Indonesia semakin kompleks. Mefedron merupakan narkotika jenis baru yang disebut memiliki karakteristik hasil campuran kokain dan MDMA atau ekstasi.

“Kasus ini menunjukkan semakin kompleksnya ancaman narkotika sintetis di dalam negeri. Mefedron adalah narkotika baru, merupakan campuran antara kokain dan MDMA atau ekstasi. Sangat disukai oleh orang-orang Rusia,” jelasnya.

BNN mengungkapkan, peredaran mefedron di Bali diduga menyasar komunitas warga negara Rusia. Tidak hanya pengedarnya, tetapi juga pembuat dan target pasarnya didominasi oleh jaringan yang sama.

Karena itu, BNN terus memperkuat koordinasi dengan Kedutaan Besar Rusia dan Atase Kepolisian Rusia guna mengungkap jaringan narkotika lintas negara yang diduga menjadi pemasok sekaligus pengendali peredaran mefedron di Indonesia.

“Pembuatnya, pengedarnya adalah orang Rusia, pasarnya juga orang Rusia. Kami terus bekerja sama dengan Kedutaan Rusia dan Atase Kepolisian Rusia untuk mengungkap jaringan internasional yang kami curigai berasal dari Rusia,” kata Suyudi.

BNN menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkotika sintetis jenis baru yang dinilai semakin berkembang, sekaligus memperkuat kerja sama internasional untuk memutus rantai sindikat narkoba lintas negara yang beroperasi di Indonesia. (agn)