Dari Tawuran ke Lintasan Lari, Night Run Warnai Malam Minggu Remaja Cikarang
Ratusan remaja mengikuti Night Run di Stadion Wibawa Mukti. Kegiatan yang digelar Polres Metro Bekasi ini menjadi cara mengalihkan energi remaja dari tawuran ke olahraga.

HALLONEWS.ID – Suasana malam di Stadion Wibawa Mukti terasa berbeda dari biasanya. Lampu stadion menyala terang, sementara ratusan remaja berkumpul di lintasan lari.
Bukan untuk konser atau festival, melainkan mengikuti kegiatan Night Run Cikarang Presisi.
Peluit tanda mulai terdengar sekitar pukul 22.00 WIB. Seketika para peserta berlari menembus udara malam di kawasan Cikarang Timur. Derap langkah sepatu di aspal, napas para pelari, serta sorak-sorai peserta memecah suasana malam Minggu.
Di waktu lain, malam akhir pekan sering kali identik dengan berbagai kenakalan remaja, bahkan tawuran. Namun malam itu berbeda. Energi anak-anak muda dialihkan ke lintasan lari.
Kegiatan Night Run Cikarang Presisi digagas oleh Polres Metro Bekasi sebagai upaya menghadirkan aktivitas positif bagi generasi muda, khususnya selama bulan Ramadan.
Ratusan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi ikut ambil bagian. Sebagian datang untuk mencoba pengalaman baru, ada yang ingin berkompetisi, dan ada pula yang sekadar merasakan sensasi berlari di tengah malam.
Salah satunya adalah Diva Aprilia (17). Remaja asal Cikarang Utara ini mengaku mengikuti kegiatan tersebut hanya untuk bersenang-senang.
“Sebenarnya buat senang-senang saja. Saya juga pernah ikut waktu 2022,” katanya.
Menariknya, jumlah pelari perempuan dalam lomba tersebut sangat sedikit. Bahkan hanya dua peserta perempuan yang ikut dalam perlombaan malam itu.
“Tadi ada yang daftar peserta cewek, tapi cuma dua orang saja,” ujarnya.
Meski begitu, Diva justru berhasil menjadi pelari tercepat di kategori perempuan. Tanpa persiapan khusus, ia mampu menyelesaikan lomba lebih cepat dibanding peserta lainnya.
“Enggak ada persiapan khusus, karena saya memang atlet dan setiap hari latihan,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Diva, kegiatan Night Run bukan sekadar perlombaan. Ia menilai acara tersebut bisa menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkumpul dan melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat.
“Acaranya bagus. Harapannya bisa membakar semangat anak-anak muda lainnya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan teman-temannya untuk menjauhi tawuran, terlebih saat bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif.

“Kalau untuk tawuran itu enggak perlu. Selain merugikan diri sendiri, sekarang juga lagi bulan puasa,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai wadah bagi remaja untuk menyalurkan energi dan minat mereka ke arah yang positif.
“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak remaja di Kabupaten Bekasi agar bisa menyalurkan energi dan bakat mereka melalui kegiatan olahraga,” ujarnya.
Menurutnya, malam Minggu kerap menjadi waktu rawan munculnya berbagai gangguan keamanan, mulai dari tawuran hingga kenakalan remaja lainnya. Karena itu, kepolisian mencoba pendekatan berbeda dengan menghadirkan kegiatan alternatif bagi generasi muda.
“Selain menyalurkan energi mereka ke hal positif, kegiatan ini juga untuk mengantisipasi aktivitas negatif seperti tawuran, kenakalan remaja, dan gangguan kamtibmas lainnya,” kata Sumarni.
Acara yang berlangsung hingga menjelang tengah malam tersebut akhirnya menetapkan sepuluh pelari terbaik yang menerima hadiah dari panitia.
Namun bagi pihak kepolisian, yang paling penting bukanlah siapa yang menjadi pemenang. Lebih dari itu, mereka melihat ratusan anak muda memilih berlari di lintasan stadion daripada berkeliaran tanpa tujuan di jalanan.
Melihat tingginya antusiasme peserta, kegiatan Night Run bahkan direncanakan menjadi agenda rutin setiap malam Minggu.
Harapannya sederhana: semakin banyak anak muda yang berkeringat di lintasan lari, semakin kecil pula peluang mereka terlibat dalam aksi tawuran. (dul)
