Di Tengah Krisis Global, Pemerintah Tegaskan Sekolah Wajib Tatap Muka

Menko PMK Pratikno tegaskan sekolah tetap tatap muka di tengah krisis global. Pemerintah fokus cegah learning loss dan tingkatkan kualitas pendidikan.

Selasa, 24 Maret 2026 - 23:00 WIB
Di Tengah Krisis Global, Pemerintah Tegaskan Sekolah Wajib Tatap Muka
Menko PMK Pratikno. Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di Indonesia harus tetap berjalan secara tatap muka meskipun dunia tengah menghadapi tekanan krisis global.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan bahwa sektor pendidikan tidak boleh terganggu dan harus tetap optimal demi menjaga kualitas sumber daya manusia.

Ia menyampaikan bahwa arahan tersebut sejalan dengan visi Prabowo Subianto yang mendorong percepatan transformasi nasional di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Menurut Pratikno, pembelajaran tatap muka menjadi prioritas utama guna mencegah terjadinya learning loss pada siswa. Pemerintah menilai metode ini masih paling efektif dalam menjaga kualitas pendidikan di tengah berbagai tantangan global.

“Proses belajar harus tetap berjalan normal dan semakin optimal. Jangan sampai kualitas pendidikan menurun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/3/2026).

Meski sempat muncul wacana penerapan sistem hybrid yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring, pemerintah memutuskan bahwa pembelajaran jarak jauh belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

Fokus utama pemerintah justru diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis, seperti revitalisasi sekolah, pengembangan sekolah unggulan, serta peningkatan akses pendidikan di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi di sektor birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini meliputi optimalisasi sistem pemerintahan berbasis elektronik, efisiensi kerja, hingga penerapan pola kerja fleksibel secara terukur.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional tetap terjaga sekaligus mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global. (*)