Ditipu WO Rp85 Juta, Pasangan Pengantin di Bekasi Batalkan Resepsi Pernikahan

Pasangan pengantin di Bekasi menangis di hari bahagia usai WO dan catering diduga kabur. Resepsi batal meski biaya disebut sudah lunas.

Senin, 25 Mei 2026 - 9:03 WIB
Ditipu WO Rp85 Juta, Pasangan Pengantin di Bekasi Batalkan Resepsi Pernikahan
Pasangan pengantin di Bekasi menjadi korban penipuan WO hingga pesta resepsi pernikahan mereka nyaris batal digelar. Foto/Tangkapan Layar

HALLONEWS.ID – Momen yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan justru berubah menjadi luka mendalam bagi pasangan pengantin asal Bekasi, Feny Indah Fitria Ichwana dan Rinaldy Zullfi Setyawan.

Resepsi pernikahan di Islamic Centre Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Sabtu (23/5), mendadak terancam gagal setelah wedding organizer (WO) dan vendor catering yang mereka gunakan diduga tidak menyelesaikan pembayaran venue meski sudah lunas sejak April 2026.

Kepanikan mulai dirasakan Feny saat pihak venue tiba-tiba menghubunginya menjelang hari pernikahan. Ia terkejut ketika diminta melunasi pembayaran gedung yang menurutnya sudah dibayarkan melalui vendor Marwah Catering Service.

“Saya pikir semuanya sudah clear, tinggal technical meeting saja,” ujar Feny dalam video yang diterima Hallonews, Senin (25/5/2026).

Namun situasi berubah mencekam saat memasuki H-7 acara. Pihak venue terus menghubungi keluarga pengantin karena pembayaran belum juga diterima.

Di sisi lain, pihak WO disebut terus meyakinkan bahwa pembayaran akan segera diselesaikan. “Dari H-7 saya terus menghubungi pihak Marwah, tapi mereka bilang akan dilunasi, diminta tunggu saja,” katanya.

Kecemasan semakin memuncak ketika venue memberi ultimatum. Jika pembayaran tak kunjung dilakukan, dekorasi tidak bisa masuk dan acara terancam batal total. Padahal, undangan telah tersebar dan hari bahagia tinggal menghitung waktu.

Dalam kondisi panik, Feny dan Rinaldy akhirnya mendatangi langsung galeri vendor untuk meminta kejelasan. Namun setibanya di lokasi, tempat tersebut sudah kosong. Warga sekitar menyebut pemilik usaha telah pindah ke gudang lain.

Pasangan pengantin itu kemudian mencari hingga berhasil bertemu dengan pasangan suami istri yang disebut sebagai owner Marwah Catering Service.

Di hadapan calon pengantin yang sedang diliputi cemas, pihak vendor kembali menjanjikan pembayaran akan dilakukan pada pukul 16.00 WIB dengan alasan dana belum cair.

Karena masih percaya, Feny bahkan sempat membuat surat pernyataan bermaterai berisi kesanggupan pengembalian uang jika vendor gagal memenuhi kewajibannya pada hari H. Namun harapan itu runtuh hanya beberapa jam kemudian.

Pemilik vendor yang izin keluar sebentar ternyata tak pernah kembali. “Saya enggak kepikiran mereka bakal kabur,” ujar Feny lirih.

Malam itu, Feny dan Rinaldy menunggu penuh harap di lokasi gudang. Tetapi pasangan owner tersebut tak kunjung muncul. Saat dicari ke warung milik keluarganya di sekitar lokasi, keberadaan mereka juga tidak diketahui.

Di titik itulah Feny mulai menyadari resepsi impiannya kemungkinan besar gagal digelar.

Dengan hati hancur, keluarga akhirnya memutuskan akad nikah tetap dilangsungkan secara sederhana tanpa resepsi mewah, tanpa dekorasi, bahkan tanpa catering seperti yang sudah direncanakan.

Satu per satu tamu undangan dihubungi untuk meminta maaf karena acara resepsi batal berlangsung.

“Nah dari situ kami menghubungi tamu-tamu yang sudah diundang dan meminta maaf karena resepsi tidak bisa berlangsung,” katanya sambil menahan sedih.

Di tengah situasi memilukan itu, masih ada sejumlah vendor rekanan seperti make up artist dan MC yang tetap datang membantu agar akad nikah tetap berjalan. Meski sederhana, akad akhirnya tetap terlaksana.

Kemudian pasangan ini melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Timur dengan dugaan tindak pidana penggelapan dan perbuatan curang. Dalam laporan ke polisi, pasangan tersebut menyerahkan sejumlah bukti pembayaran kepada pihak WO senilai Rp 85,5 juta.

Selain itu, mereka juga membawa bukti percakapan digital terkait persiapan acara pernikahan.

“Untuk barang bukti masih digital semua. Chat, bukti transaksi semua ada. Kita pegang semua sama surat pernyataannya,” ujar Aldi. (dul)