Hajatan Maut di Cikarang: 7 Pemain Odong-odong Tersengat Listrik, 3 Tewas

Tragedi terjadi dalam hajatan khitanan di Cikarang, Bekasi. Tujuh pemain odong-odong tersengat listrik saat melintas di bawah kabel, 3 di antaranya tewas.

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:50 WIB
Hajatan Maut di Cikarang: 7 Pemain Odong-odong Tersengat Listrik, 3 Tewas
Hallonews/Abdullah M foto: Tujuh orang tersengat listrik dan tiga di antaranya tewas dalam acara hajatan khitanan di Cikarang, Bekasi.

HALLONEWS.ID – Suasana meriah hajatan khitanan di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, berubah menjadi duka. Tiga pemain odong-odong dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat mengiringi acara tersebut pada Selasa (2/6/2026) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Cibeureum RT 03 RW 03, Desa Mekarmukti. Selain menewaskan tiga orang, insiden tersebut juga menyebabkan empat pemain lainnya mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi di lokasi, para korban merupakan anggota Grup Dewa Tarompet asal Pagaden, Kabupaten Subang, yang tengah mengisi hiburan dalam acara khitanan warga.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat rombongan odong-odong kembali melanjutkan perjalanan setelah beristirahat usai salat Ashar.

Saat melintas di jalan kampung, kendaraan yang mereka tumpangi berhadapan dengan kabel listrik yang melintang cukup rendah.

Untuk memberi jalan agar kendaraan bisa lewat, sejumlah pemain berinisiatif mengangkat kabel tersebut. Namun nahas, salah seorang pemain diduga tanpa sengaja menyentuh kabel bertegangan listrik.

Satlinmas Desa Mekarmukti, Pitung (70), mengatakan aliran listrik kemudian merambat ke beberapa pemain lain yang berada di dekat korban.

“Awalnya satu orang yang kena. Begitu kesetrum, merambet ke yang lain. Yang mengangkat kabel itu langsung kena, lalu yang berada di dekatnya ikut tersengat,” kata Pitung.

Akibat kejadian tersebut, total tujuh orang menjadi korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara empat lainnya sempat pingsan dan langsung dievakuasi menggunakan ambulans desa menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Menurut Pitung, seluruh korban merupakan pemain odong-odong yang tergabung dalam rombongan kesenian tersebut. Tidak ada warga maupun tamu hajatan yang menjadi korban.
“Korban semuanya pemain odong-odong. Warga sekitar tidak ada yang terkena,” katanya.

Warga sekitar mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Pasalnya, kabel listrik yang melintang di lokasi sudah terpasang cukup lama dan selama ini tidak pernah menimbulkan kecelakaan serupa.
“Kabel itu memang sudah lama ada. Baru kali ini terjadi kejadian seperti ini,” tambahnya.

Hingga Selasa malam, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti insiden maupun identitas para korban. Polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa yang merenggut tiga nyawa tersebut. (dul)