Hantavirus Muncul di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tidak Panik

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap empat kasus hantavirus sepanjang 2026, tiga pasien sembuh dan satu masih suspek.

Senin, 11 Mei 2026 - 19:45 WIB
Hantavirus Muncul di Jakarta, Dinkes Minta Warga Tidak Panik
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkap adanya empat kasus hantavirus yang ditemukan di Jakarta sepanjang tahun 2026.

Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan sembuh, sementara satu lainnya masih berstatus suspek.

Ani menyampaikan, kasus tersebut tercatat hingga Mei 2026 dan seluruh pasien yang terkonfirmasi mengalami gejala ringan.

“Sepanjang 2026 sampai sekarang ada empat kasus yang kami temukan. Tiga orang sudah sembuh dengan gejala ringan. Satu orang masih suspek dan menunggu penegakan diagnosis melalui laboratorium,” ujar Ani, Senin (11/5/2026).

Ani menegaskan hantavirus bukan virus baru seperti COVID-19 yang dulu masuk kategori penyakit baru atau new emerging disease.

Menurutnya, hantavirus sudah lama dikenal dan rutin dipantau setiap tahun oleh otoritas kesehatan.

“Hantavirus itu sebenarnya virus lama, bukan virus baru. Berbeda dengan COVID-19 dulu. Ini sudah dimonitor terus setiap tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, hantavirus umumnya menular dari tikus ke manusia melalui air liur, air seni, atau kotoran tikus yang mencemari lingkungan.

Virus juga dapat masuk ke tubuh manusia melalui debu yang terhirup setelah terkontaminasi.

“Penularannya melalui tikus, air liur, air seni, kotoran tikus, yang kemudian terhirup atau terpapar ke manusia,” jelasnya.

Ani menambahkan, terdapat banyak varian hantavirus. Namun hingga kini, hanya varian Andes yang diketahui dapat menular antar manusia.

Varian tersebut ditemukan di Amerika Selatan dan sampai saat ini belum ditemukan di Indonesia.

“Yang bisa menular antarmanusia hanya varian Andes, dan sejauh ini tidak ada di Indonesia,” tuturnya.

Terkait satu kasus suspek yang masih dipantau, pasien kini ditangani dengan prinsip kehati-hatian di ruang isolasi sambil menunggu hasil laboratorium.

“Kalau sakit iya, dirawat di ruangan khusus, di ruang isolasi karena masuk kategori penyakit menular,” kata Ani.

Pemprov DKI Jakarta terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah penularan hantavirus.

Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, rutin mencuci tangan, memakai masker di area berisiko terpapar tikus, serta menjaga daya tahan tubuh.

“Yang penting tidak perlu panik, tapi tetap waspada. Jaga pola hidup bersih dan sehat,” tutup Ani.(fer)