Harga Plastik Naik, Minyak Goreng Ikut Terdampak Meski Stok Aman
Kenaikan harga bahan baku plastik mendorong naiknya biaya produksi minyak goreng. Pemerintah sebut stok aman, dorong industri beralih ke kemasan kertas

HALLONEWS.ID – Kenaikan harga bahan baku plastik mulai berdampak pada sejumlah kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng yang kini mengalami kenaikan harga di pasaran.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan bahwa pasokan minyak goreng nasional sejauh ini masih dalam kondisi mencukupi.
Namun demikian, lonjakan harga tetap terjadi akibat meningkatnya biaya produksi, khususnya dari sektor kemasan plastik.
Dalam keterangannya di Jakarta yang dikutip wartawan media ini pada Kamis (23/4/2026), ia menjelaskan bahwa sebagian besar produk minyak goreng menggunakan kemasan berbahan plastik.
“Ketika harga bahan baku plastik naik di tingkat hulu, produsen ikut menanggung beban biaya yang lebih tinggi, yang pada akhirnya berdampak pada harga jual ke konsumen,” kata Budi Santoso.
Menurutnya, tekanan biaya ini berasal dari awal rantai pasok sehingga sulit dihindari oleh pelaku industri.
Kondisi tersebut membuat harga di pasar tetap meningkat meskipun ketersediaan barang tidak mengalami gangguan.
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mulai mendorong adanya perubahan di sektor industri makanan dan minuman.
Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menilai bahwa pelaku industri perlu segera beradaptasi dengan situasi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa penggunaan kemasan berbasis kertas dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik.
Beberapa segmen industri dinilai sudah memungkinkan untuk beralih ke jenis kemasan tersebut.
“Saat ini, penggunaan plastik dalam industri makanan dan minuman masih mendominasi dengan porsi sekitar 48 persen,” tegasnya.
Sementara itu, kemasan berbasis kertas baru digunakan sekitar 28 persen.
Meski demikian, peralihan ke kemasan kertas tidak dapat dilakukan secara cepat.
Putu menekankan bahwa kesiapan industri serta kebutuhan investasi menjadi faktor penting dalam proses transisi ini.
Namun, ia optimistis inovasi kemasan tersebut berpotensi menjadi perubahan besar dalam industri kemasan nasional.
Dengan meningkatnya tekanan biaya produksi, langkah adaptasi dinilai menjadi kunci bagi industri untuk tetap kompetitif sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. (opy)
