Heboh Predator Anak WNA Berkeliaran di Jakarta-Bekasi, Polisi Turun Tangan
Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan jaringan pedofil WNA di Jakarta dan Bekasi setelah ramai unggahan media sosial berbahasa Jepang terkait eksploitasi anak.

HALLONEWS.ID – Polda Metro Jaya mulai menyelidiki dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam praktik eksploitasi seksual terhadap anak di wilayah Jakarta dan Bekasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Penyelidikan dilakukan setelah muncul sejumlah unggahan di platform X yang diduga memuat percakapan berbahasa Jepang terkait pencarian korban anak di Indonesia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan penanganan kasus tersebut kini dilakukan Direktorat Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO).
Menurut dia, aparat tengah menelusuri kebenaran informasi yang beredar, termasuk kemungkinan adanya jaringan pelaku yang terorganisasi.
“Informasi terkait dugaan eksploitasi anak oleh warga negara asing sedang didalami,” kata Budi, Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan kepolisian membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan informasi tambahan terkait dugaan kasus tersebut melalui layanan darurat 110 maupun kantor polisi terdekat.
Polda Metro Jaya juga menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anak.
Selain menelusuri dugaan pelaku, penyidik turut mendalami faktor yang membuat anak rentan menjadi korban, mulai dari tekanan ekonomi, lingkungan sosial, hingga kondisi keluarga.
Menurut Budi, kasus yang melibatkan anak dan kelompok rentan menjadi prioritas penanganan aparat kepolisian.
Di media sosial, sejumlah akun anonim diduga saling bertukar informasi dan pengalaman terkait prostitusi anak di wilayah Jakarta hingga Bekasi menggunakan bahasa Jepang.
Narasi yang beredar memunculkan dugaan adanya jaringan pelaku dengan kecenderungan seksual menyimpang yang mengincar korban di bawah umur.
Aparat juga menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan jaringan lintas negara seiring munculnya dugaan komunikasi antar pelaku di media sosial.
Polda Metro Jaya memastikan proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap fakta di balik informasi yang viral tersebut sekaligus memastikan perlindungan terhadap anak-anak dari praktik eksploitasi seksual.
Di platform medsos X, ramai dibahas dugaan WN Jepang saling berbagi info tentang prostitusi anak. Mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang melalui cuitan yang dibuat di X.
Mereka diduga punya kecenderungan seks menyimpang, yakni mengincar korban berusia anak-anak (pedofil). Disebutkan, mereka mencari korban anak-anak di Jakarta hingga Bekasi.
Mereka saling mengomentari dan berbagi cerita soal pengalaman prostitusi anak di Indonesia. Diduga para pelaku terikat dalam jaringan pelaku pengincar prostitusi anak di negara lain juga. (dul)
