21 Tahun Berkarya, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Cetak 9.000 Alumni, 25% Berhasil Naik Kelas!

Institut Kemandirian Dompet Dhuafa rayakan 21 tahun dengan 9.000 alumni. Riset terbaru ungkap 25% peserta berhasil naik kelas ekonomi lewat pelatihan vokasi.

Jumat, 17 April 2026 - 15:44 WIB
21 Tahun Berkarya, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Cetak 9.000 Alumni, 25% Berhasil Naik Kelas!
Kegiatan Vocational Outlook: Diseminasi Riset Strategis 2026 bertema “Dua Dekade Memberdayakan Negeri: Evaluasi Dampak & Potensi Wirausaha Alumni Vokasi” (Dompet Dhuafa for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Institut Kemandirian di bawah naungan Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan vokasional gratis.

Selama 21 tahun berdiri, lembaga ini telah meluluskan lebih dari 9.000 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Momentum ini ditandai melalui kegiatan Vocational Outlook: Diseminasi Riset Strategis 2026 bertema “Dua Dekade Memberdayakan Negeri: Evaluasi Dampak & Potensi Wirausaha Alumni Vokasi” yang digelar pada Kamis (16/4/2026) di Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian milad ke-21 Institut Kemandirian sekaligus evaluasi atas dampak program yang telah berjalan.

Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, menyatakan bahwa riset ini penting sebagai pijakan pengembangan program berbasis data.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga faktor non-teknis seperti pola pikir, ketahanan diri, dan dukungan ekosistem.

“Vocational Outlook 2026 menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana pelatihan mampu mendorong kemandirian ekonomi alumni, sekaligus memberikan dampak sosial di lingkungan mereka,” ujarnya.

Hasil riset yang dipaparkan oleh Baban Sarbana menunjukkan bahwa pendekatan zakat produktif mampu menjadi pintu masuk ekonomi bagi masyarakat marginal.

Melalui pelatihan berbasis keterampilan, peserta didorong bertransformasi dari tenaga kerja berproduktivitas rendah menjadi pekerja terampil bahkan wirausaha.

“Zakat produktif berhasil menggeser sekitar 25 persen populasi marginal menuju kondisi sejahtera, baik secara material maupun spiritual,” jelasnya.

Selain itu, Gaib Maruto Sigit menyoroti pentingnya peran media dalam memperkuat reputasi lembaga. Ia menilai publikasi yang konsisten dapat meningkatkan kepercayaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk industri.

Sementara itu, aktivis pendidikan Sri Nurhidayah menekankan pentingnya peran alumni dalam memperluas dampak program. Menurutnya, jejaring alumni dapat menjadi kekuatan strategis dalam menciptakan manfaat berkelanjutan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Institut Kemandirian berharap dapat terus meningkatkan kualitas kurikulum pelatihan agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memperluas penyerapan tenaga kerja sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan alumni.(adv)