IPB University Edukasi Petani Cabai Hadapi Serangan Hama dan Penyakit Tanaman
IPB University bersama Himasita menggelar webinar edukasi pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai guna meningkatkan hasil panen.

HALLONEWS.ID – Tanaman cabai menjadi salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpengaruh besar terhadap stabilitas harga pangan.
Namun di balik tingginya permintaan pasar, petani cabai masih menghadapi ancaman serius berupa serangan hama dan penyakit tanaman yang dapat menurunkan produktivitas panen secara signifikan.
Melihat kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (Himasita) berkolaborasi dengan Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan serta Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University mengadakan webinar edukatif bertajuk “Kupas Tuntas Hama Penyakit Tanaman Cabai”.
Kegiatan yang masuk dalam program Dokter Tanaman Series tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petani dan masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara tepat.
Dalam webinar tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis hama yang umum menyerang tanaman cabai, mulai dari kutu daun, thrips, lalat buah, hingga tungau.
Selain serangan hama, sejumlah penyakit utama pada tanaman cabai juga menjadi pembahasan, seperti layu fusarium, antraknosa, bercak daun, serta infeksi virus yang kerap menyebabkan kerugian besar bagi petani.
Para narasumber menjelaskan bahwa gejala serangan dapat dikenali melalui perubahan visual pada tanaman.
Di antaranya daun menguning dan keriting, muncul bercak nekrotik pada daun, buah membusuk, tanaman layu mendadak, hingga pertumbuhan tanaman yang terhambat.
Namun demikian, beberapa gejala antara serangan hama dan penyakit sering menunjukkan kemiripan sehingga diperlukan ketelitian dalam proses identifikasi agar metode pengendalian yang diterapkan sesuai dengan penyebab utama kerusakan tanaman.
Pakar Penyakit Tumbuhan dan Mikologi IPB University, Prof Widodo, menjelaskan salah satu kasus penting yang sering terjadi pada tanaman cabai yakni penyakit busuk daun akibat patogen phytophthora.
Menurutnya, patogen tersebut termasuk cendawan tular tanah sehingga kesehatan lahan menjadi faktor utama yang harus dijaga oleh petani.
Ia menekankan bahwa tanaman yang sudah terinfeksi tidak boleh dibuang sembarangan di area tanah pertanian karena dapat memperluas penyebaran penyakit.
“Penanganan terbaik dilakukan dengan memusnahkan tanaman terinfeksi melalui pembakaran,” kata Prof Widodo kepada wartawan media ini Rabu (13/5/2026).
Prof Widodo bersama Bonjok Istiaji SP MSi yang merupakan pakar hama pertanian dan pengendalian hayati, juga turut membahas strategi pengelolaan hama dan penyakit tanaman cabai secara berkelanjutan.
Forum edukasi ini tidak hanya membahas praktik pengendalian di lapangan, tetapi juga memberikan pemahaman ilmiah mengenai identifikasi gejala pembanding serta prinsip pengendalian berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat meningkatkan kemampuan dalam mengenali serangan hama dan penyakit sejak dini sehingga produktivitas tanaman cabai tetap terjaga dan risiko gagal panen dapat diminimalkan. (opy)
