Jalur KRL Bekasi-Cikarang Belum Pulih Total, KAI Batasi Laju Commuter Line

KAI masih membatasi kecepatan KRL lintas Bekasi-Cikarang pascainsiden di Stasiun Bekasi Timur. Perjalanan Commuter Line masih mengalami keterlambatan pada jam sibuk.

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:00 WIB
Jalur KRL Bekasi-Cikarang Belum Pulih Total, KAI Batasi Laju Commuter Line
Suasana Stasiun Bekasi Timur di Jalan IR H Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/PT KAI Daop 1 for Hallonews

HALLONEWS.ID – Perjalanan KRL lintas Bekasi-Cikarang masih belum sepenuhnya normal setelah insiden di Stasiun Bekasi Timur. PT Kereta Api Indonesia atau KAI hingga kini masih memberlakukan pembatasan kecepatan kereta demi alasan keselamatan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah perjalanan Commuter Line masih mengalami keterlambatan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore ketika volume penumpang meningkat. Hingga Minggu (10/5) pagi jalur Bekasi-Cikarang masih belum normal.

”Pembatasan kecepatan dilakukan untuk mendukung proses pemulihan jalur sekaligus memastikan operasional kereta tetap aman,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Minggu (10/5/2026).

Menurut dia, pembatasan tersebut berdampak terhadap perjalanan pelanggan. Saat ini, kereta yang melintas di sejumlah titik jalur Bekasi hingga Cikarang hanya diperbolehkan melaju dengan kecepatan sekitar 60 hingga 80 kilometer per jam.

Meski begitu, KAI menyebut kondisi operasional perlahan mulai membaik dibanding beberapa hari sebelumnya. Data perusahaan menunjukkan tingkat ketepatan waktu keberangkatan KRL Cikarang pada 7 Mei mencapai 87 persen dan meningkat menjadi 88 persen sehari setelahnya.

Sementara ketepatan waktu kedatangan naik dari 81 persen menjadi 85 persen. Rata-rata keterlambatan perjalanan juga mulai menurun menjadi sekitar dua menit.

Di tengah proses pemulihan jalur, suasana di sejumlah stasiun lintas Bekasi-Cikarang masih dipadati penumpang yang menunggu perjalanan lebih lama dari biasanya. Sebagian pengguna KRL memilih berangkat lebih pagi untuk menghindari antrean dan kepadatan saat jam sibuk.

Selain memperbaiki operasional perjalanan, KAI juga masih melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga terdampak insiden di Stasiun Bekasi Timur. sebanyak 96 penumpang dilaporkan telah diperbolehkan pulang, sedangkan 12 lainnya masih menjalani perawatan.

KAI juga masih membuka layanan klaim biaya pengobatan mandiri dan trauma healing bagi pelanggan terdampak melalui Posko Informasi Stasiun Bekasi Timur serta call center yang disediakan.

Tak hanya itu, proses pendataan barang milik penumpang yang tertinggal saat kejadian juga masih berlangsung. Hingga Minggu 10 Mei 2026, tercatat 121 barang ditemukan dan 80 di antaranya telah dikembalikan kepada pemilik.

Sementara Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur dipastikan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani kebutuhan informasi dan pendampingan pelanggan. (dul)