KBRI di Kawasan Timur Tengah Batalkan Acara Idulfitri

KBRI di Oman dan UEA membatalkan salat Idulfitri berjemaah akibat situasi keamanan Timur Tengah yang belum stabil. Diaspora diminta waspada dan salat di masjid terdekat.

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:00 WIB
KBRI di Kawasan Timur Tengah Batalkan Acara Idulfitri
Dokumentasi Duta Besar RI untuk Qatar, Ridwan Hassan menyampaikan sambutan dalam salat Idulfitri 1445 Hijriah/2024 pada Rabu (10/4/2024). Foto: Dok. KBRI Doha

HALLONEWS.ID — Pembatalan salat Idulfitri berjemaah di kantor-kantor perwakilan RI di Timur Tengah mulai meluas. Faktor keamanan menjadi alasan utama, seiring situasi kawasan yang dinilai belum stabil menjelang hari raya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sejumlah negara Teluk resmi membatalkan agenda salat Idulfitri dan halalbihalal yang semula dijadwalkan pada 1 Syawal 1447 H. Langkah ini menandai perubahan signifikan dari tradisi tahunan yang selama ini menjadi titik temu diaspora Indonesia.

KBRI Muscat di Oman menjadi yang pertama mengumumkan pembatalan. Duta Besar RI untuk Oman, Mohamad Irzan Djohan, menegaskan keputusan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian di tengah dinamika keamanan kawasan yang belum mereda.

“Ini bukan keputusan yang ringan. Namun keselamatan dan kenyamanan bersama harus menjadi prioritas,” ujar Irzan dalam keterangan resmi tertanggal 16 Maret 2026.

Ia mengakui, salat Idulfitri dan halalbihalal di KBRI selama ini menjadi momen yang paling dinanti warga Indonesia di Oman. Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap menjaga kekhidmatan Idulfitri dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi.

Langkah serupa diambil KBRI Abu Dhabi di Uni Emirat Arab. Duta Besar Judha Nugraha dalam pengumuman tertanggal 17 Maret 2026 meminta warga negara Indonesia tidak berkumpul di kompleks KBRI dan melaksanakan salat Idulfitri di masjid terdekat.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti arahan otoritas setempat serta mempertimbangkan kondisi keamanan sebelum beraktivitas. “Kami berharap pengertian seluruh masyarakat Indonesia. Keputusan ini semata untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Judha dikutip dari infopublik.id.

Pembatalan tidak berhenti di tingkat kedutaan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai turut mengambil langkah serupa. Melalui pengumuman di media sosial, KJRI Dubai menyebut faktor keamanan sebagai pertimbangan utama.

Rangkaian pembatalan ini memperlihatkan sikap waspada perwakilan RI di kawasan Teluk terhadap eskalasi situasi regional. Di sisi lain, diaspora Indonesia diminta beradaptasi dengan merayakan Idulfitri secara lebih terbatas, tanpa mengurangi makna kebersamaan. (gaa)