Kebakaran di Bogor Tengah 2 Orang Terbakar dan Tewaskan Seorang Bayi

Penyebab kebakaran yang tewaskan seorang bayi, kini masih dalam penyelidikan polisi

Jumat, 6 Maret 2026 - 6:00 WIB
Kebakaran di Bogor Tengah 2 Orang Terbakar dan Tewaskan Seorang Bayi
Kebakaran hanguskan bangunan dan tewaskan seorang bayi. Foto: Polsek Bogor Tengah for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah kontrakan di Babakan Sirna Rt 03/09, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor pada Kamis (5/3/2026) malam.

Dalam peristiwa yang berlangsung pukul 19.50 Wib tersebut, seorang balita dilaporkan meninggal dunia. Ia ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan api bermula saat Ratna Julianti sedang memasak didapur, kemudian terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas 3 Kg.

Setelah ledakan tersebut muncul kobaran api dari arah dapur dan kemudian membakar atap rumah. Ia akhirnya menjadi korban.

“Kobaran api tersebut merambat hingga membakar rumah disebelahnya. Mengetahui adanya kobaran api warga sekitar langsung berusaha memadamkan api dengan menggunakan air,” kata Kanit Reserse Kriminal Polsek Bogor Tengah, Iptu Budi Setiawan.

Kobaran api membuat Ratna Julianti bersama anaknya Saut Levin Marpaung (masih balita) keluar dari dalam rumah dengan keadaan pakaian sudah terbakar.

Setelah warga membantu korban, pihak Damkar mengamankan cucu korban yang bernama Jaki (1 tahun) yang masih berada didalam rumah rumah.

Namun nahas, dalam insiden kebakaran tersebut seorang balita tidak berhasil diselamatkan dan dilaporkan meninggal dunia.

Sekitar pukul 20.20 Wib api berhasil dipadamkan setelah enam unit mobil Damkar Kota Bogor tiba dilokasi.

Petugas dari Polsek Bogor Tengah bersama pihak terkait kemudian datang ke lokasi untuk melakukan penanganan serta mengamankan area kejadian.

Menurut Iptu Budi Setiawan, korban Ratna Julianti (57), dan anaknya Saut Levin Marpaung (8), warga Tanah Baru, Rt 03/04 Kelurshan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor mengalami luka bakar.

Sementara sang cucu bernama Jaki (1), dinyatakan meninggal dunia. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.

“Baik korban luka terbakar maupun meninggal dunia, dibawa ke RS PMI Bogor guna mendapat perawatan medis,” ujarnya.

Guna mengungkap penyebab kebakaran, polisi meminta keterangan dari Junika (51), pemilik kontrakan dan M Ismail (35) sebagai saksi.

“Untuk kronologi kejadian dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi,” ujarnya.

Menurut Iptu Budi, dalam kejadian yang mengakibatkan dua orang luka bakar dan satu orang balita meninggal dunia ini, ternyata para korban baru empat bulan tinggal dikontrakkan tersebut.

“Dugaan sementara kebakaran tersebut diakibatkan tabung gas bocor. Kami masih dalami,” tegasnya. (opy)