Kebakaran Peternakan di Ciseeng Bogor, 15.000 Ekor Ayam Mati
Kebakaran hebat melanda peternakan ayam di Ciseeng, Bogor. Diduga berasal dari alat pemanas kandang, tanpa korban jiwa, kerugian ditaksir Rp15 miliar.

HALLONEWS.ID – Kebakaran besar melanda peternakan ayam di Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026).
Api diduga berasal dari perangkat pemanas yang digunakan di dalam kandang. Kobaran api dengan cepat membesar hingga melahap seluruh isi kandang, termasuk puluhan ribu ayam milik PT Sierad.
Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada alat pemanas yang berada di area kandang ayam.
“Api dengan cepat membesar dan tidak dapat dikendalikan oleh pekerja, meskipun sempat dilakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR),” ujar Maman.
Karena situasi tidak terkendali, peristiwa tersebut segera dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil pemadam dari Sektor Parung langsung dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir cukup besar.
Satu unit kandang ayam tiga lantai dilaporkan hangus terbakar, bersama sekitar 150.000 ekor ayam broiler berusia empat hari. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp15 miliar.
Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa api telah berhasil dikendalikan.
Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap hitam pekat membumbung tinggi dari area peternakan, yang sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar.
Sebagai langkah pencegahan, kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan, agar lebih memperhatikan standar keamanan penggunaan alat pemanas serta instalasi listrik guna menghindari risiko kebakaran. (opy)
