Kementerian LH Apresiasi PPLI atas Komitmen Pengelolaan Limbah B3

Kementerian Lingkungan Hidup mengapresiasi PT PPLI atas konsistensinya dalam pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dengan standar keselamatan tinggi.

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:31 WIB
Kementerian LH Apresiasi PPLI atas Komitmen Pengelolaan Limbah B3
Limbah B3 yang sudah diolah. Foto: Hallonews

HALLONEWS.ID – Kementerian Lingkungan Hidup memberikan apresiasi kepada PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) atas konsistensinya dalam menjalankan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) maupun limbah non-B3 secara profesional dan berstandar tinggi.

Perusahaan yang berada di bawah naungan DOWA Eco-System Co., Ltd. Jepang itu dinilai menjadi salah satu pionir pengelolaan limbah industri di Indonesia dengan sistem layanan terpadu serta penerapan keselamatan kerja yang ketat.

Apresiasi tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Erik Teguh Primiantoro, dalam kegiatan The 2nd Indonesia-Japan Environment Week yang berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta.

Menurut Erik, PPLI selama ini menunjukkan komitmen kuat terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama dalam pengelolaan limbah industri yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan.
“PPLI memiliki perhatian besar terhadap aspek keselamatan kerja dalam pengelolaan limbah B3 maupun non-B3,” ujarnya dikutip wartawan media ini Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, perusahaan tersebut mampu menghadirkan sistem pengelolaan limbah secara menyeluruh mulai dari proses pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir limbah industri.

Selain itu, Erik juga menyoroti pentingnya pengembangan fasilitas pengelolaan limbah di berbagai daerah di Indonesia guna mengurangi risiko pencemaran selama proses distribusi limbah.

Menurutnya, kebutuhan fasilitas pengolahan limbah di wilayah Indonesia timur semakin mendesak seiring meningkatnya aktivitas industri dan volume limbah di sejumlah daerah, termasuk Papua.

“Pengembangan fasilitas di wilayah strategis dapat menekan biaya logistik sekaligus meminimalkan risiko lingkungan akibat proses transportasi limbah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Urusan Lingkungan Global Jepang, DOI Kentaro, menegaskan komitmen pemerintah Jepang dalam mendukung target dekarbonisasi Indonesia melalui berbagai bentuk kerja sama lingkungan.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM) yang mencakup sektor pengelolaan limbah, kehutanan, hingga tata guna lahan.

Dalam ajang The 2nd Indonesia-Japan Environment Week, berbagai perusahaan dari Indonesia dan Jepang turut memamerkan teknologi ramah lingkungan dan solusi pengelolaan limbah modern.

Sekitar 30 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan inovasi di bidang waste-to-energy, energi terbarukan, pengolahan air limbah, hingga teknologi pengendalian polusi udara.

“Kami berharap kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor lingkungan dapat terus berkembang dan membuka peluang kolaborasi baru,” ujar DOI Kentaro.

Pada sesi business pitch, perwakilan PPLI, Tetsuya Yumoto, menjelaskan bahwa perusahaan bersama DOWA terus memperluas layanan pengelolaan limbah di Indonesia.

Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah pembangunan DESI Integrated Waste Management Center di Lamongan, Jawa Timur.

Selain itu, PPLI juga mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah PCBs (Polychlorinated Biphenyls) di Bogor yang merupakan hibah dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) kepada Pemerintah Indonesia.

“PPLI memiliki fasilitas pengelolaan limbah yang komprehensif, termasuk pengolahan limbah PCBs yang berlokasi di Bogor,” kata Yumoto.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Indonesia-Japan Environment Week serta menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan layanan pengelolaan limbah yang aman dan berkelanjutan di Indonesia. (opy)