KRL Cikarang Kembali Normal, Stasiun Bekasi Timur Perlahan Bangkit dari Duka

Stasiun Bekasi Timur kembali normal usai tabrakan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. Aktivitas penumpang pulih, namun rasa trauma masih membekas di lokasi kejadian.

Kamis, 30 April 2026 - 9:15 WIB
KRL Cikarang Kembali Normal, Stasiun Bekasi Timur Perlahan Bangkit dari Duka
Suasana aktvitas KRL Commuter Line kembali beroperasi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto: Hallonews/Abdullah MS

HALLONEWS.ID – Kereta kembali datang dan pergi di Stasiun Bekasi Timur, Kamis (30/4/2026) pagi. Pintu terbuka, penumpang bergegas masuk, seolah semua telah pulih seperti sediakala. Namun, di sudut stasiun, buket bunga masih terdiam menyimpan duka dari tragedi maut.

Meski udara pagi ini terasa berbeda karena tak lagi dipenuhi kepanikan seperti beberapa hari lalu, melainkan langkah pasti penumpang yang kembali mengejar waktu. Di antara deru kereta dan suara pengumuman yang kembali terdengar rutin, kehidupan perlahan menemukan ritmenya lagi.

Stasiun yang berada di Jalan H. Juanda, Bekasi Timur, itu kini kembali melayani warga. Sejak Rabu (29/4) pukul 14.00 WIB, operasional KRL lintas Jakarta–Cikarang resmi dinyatakan normal. Bahkan sejak dini hari, aktivitas sudah mulai menggeliat.

Kereta pertama ke arah Cikarang berangkat pukul 04.15 WIB, disusul kedatangan kereta menuju Jakarta pada pukul 04.35 WIB. Di peron, penumpang terlihat hilir mudik.

Sebagian berdiri menunggu dengan wajah lelah khas pekerja pagi, sebagian lain bergegas masuk ke dalam rangkaian KRL. Tidak ada lagi garis pembatas darurat atau petugas dengan ekspresi tegang. Semua tampak seperti hari-hari biasa, setidaknya di permukaan.

KRL Cikarang2
KRL Commuter Line jalur Cikarang-Jakarta telah kembali melayani penumpang di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Foto: Hallonews/Abdullah MS

Namun, di sudut dekat pintu masuk, suasana berbeda masih terasa. Sejumlah buket bunga tergeletak rapi di lantai. Nama-nama korban tertulis di kartu kecil, disertai doa dari warga. Bunga-bunga itu menjadi penanda bahwa tempat ini baru saja melewati luka dalam yang belum pulih.

Jaka Oktavianus (35), salah satu penumpang, mengaku lega stasiun bisa kembali beroperasi cepat. Bagi warga Jatimulya itu, Bekasi Timur adalah nadi aktivitas hariannya.

“Bersyukur ya dengan tindakan yang cepat, soalnya saya kebetulan pulang-pergi Bekasi Timur–Manggarai,” kata Jaka.

Meski begitu, ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang. Baginya, kecepatan pemulihan harus diiringi dengan peningkatan keselamatan.

“Harapannya, kalau bisa petugas Commuter Line-nya mungkin ya, yang pemberitahuan sinyalnya lebih ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Perasaan serupa juga dirasakan Steven Antonio Bano (30). Ia mengakui, rasa waswas masih tersisa, meski rutinitas menuntutnya tetap berangkat.

“Kalau takut, mungkin takut sebagai manusia, tapi karena kebutuhan dan keperluan, otomatis mau enggak mau,” ucap warga Perumnas 3 Bekasi itu.

Beberapa hari sebelumnya, Senin (27/4) malam, suasana di tempat ini jauh dari kata normal. Tabrakan maut terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek menghantam KRL yang sedang berhenti.

Insiden bermula dari sebuah taksi yang tertemper KRL di perlintasan tak jauh dari stasiun, memicu rangkaian kejadian yang berujung fatal. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Stasiun Bekasi Timur pun sempat ditutup total untuk proses evakuasi, sementara perjalanan KRL Jakarta–Cikarang dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Alhasil, warga beralih ke moda transportasi lainnya seperti LRT maupun Transjakarta.

Menhub Pastikan Aman

Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi, mengatakan layanan Commuter Line Stasiun Bekasi Timur sudah bisa difungsikan kembali untuk layanan KRL, khususnya dalam melayani masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan apa yang terjadi kemarin itu menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan saya harapkan rekan-rekan dan masyarakat bisa memahami kondisi dari stasiun ini,” kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur.

Ia menjelaskan, layanan Commuter Line dalam melayani rute Bekasi Timur hingga Cikarang sudah berangsur normal kembali.

“Seluruh layanan sudah normal. KNKT sudah mengatakan bahwa stasiun sudah bisa dioperasikan kembali,” tandasnya. (dul)