16 Tewas dalam Tabrakan Argo Bromo-KRL di Bekasi Timur, DPR Kuliti Kronologi Kecelakaan
Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang dan melukai ratusan penumpang.

HALLONEWS.ID – Komisi V DPR RI memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Wakil Menteri Perkerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti untuk meminta penjelasan tersebut kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Dalam rapat kerja di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (21/5/2026), Dudy memaparkan kronologi sementara insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang yang terjadi pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.52 WIB.
Menurut Dudy, kecelakaan tersebut mengakibatkan total 124 korban. Dari jumlah itu, 16 orang meninggal dunia, lima korban masih menjalani perawatan, sementara 103 lainnya telah dipulangkan.
“Kami menyampaikan perkembangan sementara hasil penelusuran kejadian dan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” kata Dudy di hadapan anggota Komisi V DPR RI.
Ia menjelaskan rangkaian kejadian bermula ketika KRL Jakarta–Cikarang KA 5568A tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB atau satu menit lebih cepat dari jadwal. Sementara KA Sawunggalih 116B masuk ke Stasiun Bekasi pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat sekitar lima menit.
Setelah menaikkan penumpang, KA Sawunggalih melanjutkan perjalanan dan melintas di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.39 WIB.
Beberapa menit kemudian, sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah perlintasan rel. Kendaraan tersebut lalu tertemper KA 5181B relasi Cikarang–Jakarta pada pukul 20.48 WIB. Insiden itu memicu kerumunan warga di sekitar lokasi.
Dudy mengatakan situasi tersebut berdampak pada operasional perjalanan kereta lain di jalur yang sama.
KRL KA 5568A yang seharusnya berangkat lebih awal mengalami keterlambatan hingga delapan menit dan baru melaju pukul 20.45 WIB. Saat tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB, perjalanan kereta kembali terganggu akibat banyak warga yang memadati area rel untuk melihat kejadian tabrakan dengan taksi.
“Kereta sempat berjalan tetapi kemudian berhenti karena ada kerumunan masyarakat di jalur depan lokasi kejadian,” ujar Dudy.
Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju menuju Bekasi Timur dengan kecepatan sekitar 108 kilometer per jam. Kereta tersebut tercatat melintas lebih cepat tiga menit dari jadwal dan tiba di lokasi pukul 20.52 WIB, atau empat menit lebih awal dibanding jadwal kedatangan.
Tabrakan kemudian tidak dapat dihindari.
Pemerintah, kata Dudy, menyerahkan proses penyelidikan lebih lanjut kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang sedang dilakukan KNKT secara independen, profesional, dan transparan,” katanya. (agn)
