MBG Serap Anggaran Rp60 Triliun, Jangkau Seluruh Indonesia

Program MBG telah menjangkau seluruh Indonesia melalui 27 ribu dapur SPPG dengan anggaran Rp60 triliun.

Senin, 20 April 2026 - 7:29 WIB
MBG Serap Anggaran Rp60 Triliun, Jangkau Seluruh Indonesia
Kepala BGN Dadan dalam memaparkan perkembangan serta dampak Program MBG pada kegiatan Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang. Foto: Dok BGN for Hallonews

HALLONEWS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia melalui 27 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan total penyerapan anggaran mencapai Rp60 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan dalam memaparkan perkembangan serta dampak Program MBG pada kegiatan Retret Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang, Sabtu (18/4/2026).

Anggaran tersebut telah tersebar dari Sabang hingga Merauke dan turut menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah, termasuk di tingkat desa.

“Alhamdulillah, program ini sudah menjangkau seluruh Indonesia dan telah menyerap anggaran Rp60 triliun. Dana tersebut tersebar dari Sabang sampai Merauke dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi di berbagai daerah,” ujar Dadan.

Dadan menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi oleh perhatian Presiden terhadap tingginya laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Program ini berawal dari kegelisahan Presiden. Indonesia masih tumbuh sekitar enam orang per menit atau tiga juta per tahun, dan diperkirakan mencapai 324 juta jiwa pada 2045. Permasalahannya bukan pada pertumbuhan itu sendiri, tetapi dari mana kualitas pertumbuhan tersebut berasal,” ujar Dadan.

Ia menyoroti masih rendahnya rata-rata lama pendidikan masyarakat Indonesia yang berada di angka sembilan tahun. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan akses anak terhadap asupan gizi seimbang.

“Banyak anak Indonesia saat ini lahir dari orang tua dengan pendidikan hanya lulusan sekolah dasar. Tidak heran jika sekitar 60 persen anak tidak memiliki akses terhadap makanan bergizi seimbang. Bahkan, banyak yang jarang atau tidak mampu mengonsumsi susu,” ungkapnya.

Melalui Program MBG, pemerintah melakukan intervensi menyeluruh yang difokuskan pada dua fase penting, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan yang menentukan perkembangan kecerdasan, serta fase usia sekolah yang berperan dalam pertumbuhan fisik optimal.

Dadan menegaskan, keberhasilan program ini diharapkan dapat menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kecerdasan generasi mendatang.

“Kami berharap stunting dapat dicegah. Saat ini rata-rata IQ Indonesia berada di angka 78. Dengan program ini, dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, anak-anak yang lahir hari ini—dan 20 tahun mendatang menjadi tenaga kerja produktif—tidak lagi mengalami stunting, serta memiliki tinggi badan yang lebih baik karena intervensi dilakukan sejak dini,” jelasnya.

Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan, program MBG juga memberikan efek luas terhadap perekonomian, khususnya di tingkat lokal. (agn)