Mengapa 1 Muharram begitu istimewa? Simak sejarah penetapan Tahun Baru Hijriah, makna spiritual, serta keutamaan Bulan Muharram dalam ajaran Islam.
Mengapa 1 Muharram begitu istimewa? Simak sejarah penetapan Tahun Baru Hijriah, makna spiritual, serta keutamaan Bulan Muharram dalam ajaran Islam.

HALLONEWS.ID – Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Selain menjadi penanda dimulainya Tahun Baru Hijriah, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.
Tak heran jika 1 Muharram dipandang sebagai momentum penting untuk memulai lembaran baru, memperbanyak amal ibadah, dan melakukan refleksi diri. Lalu, mengapa 1 Muharram begitu istimewa? Berikut sejarah dan maknanya.
Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan
Dikutip dari Laman NU disebutkan dalam tradisi Islam, Muharram merupakan salah satu dari al-asyhur al-hurum atau empat bulan yang disucikan. Pada bulan-bulan tersebut, peperangan dilarang pada masa awal Islam dan umat dianjurkan memperbanyak amal saleh.
Keutamaan Muharram juga tercermin dalam sejumlah riwayat yang menyebutkan bahwa bulan ini menjadi salah satu waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah setelah Ramadhan.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah menjalankan puasa sunnah, terutama pada tanggal 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura.
Selain itu, banyak umat Islam memanfaatkan datangnya Muharram sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Muharram menempati posisi sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah atau kalender Qamariyah yang digunakan umat Islam. Berbeda dengan kalender Masehi yang didasarkan pada peredaran matahari, kalender Hijriah disusun berdasarkan peredaran bulan.
Karena menjadi awal penanggalan Islam, 1 Muharram sering dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi diri sekaligus menyusun tekad dan harapan baru dalam kehidupan.
Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
Sejarah penanggalan Hijriah bermula pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun ke-17 Hijriah. Saat itu, Umar menerima surat dari Abu Musa Al-Asy’ari yang tidak mencantumkan tanggal pengiriman sehingga menyulitkan proses administrasi pemerintahan.
Kondisi tersebut mendorong Umar mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah menetapkan sistem penanggalan resmi bagi umat Islam.
Dalam pembahasan itu muncul beberapa usulan, mulai dari menjadikan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, masa diangkat menjadi rasul, hingga tahun wafat beliau sebagai titik awal kalender Islam.
Namun, para sahabat akhirnya menyepakati peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai tonggak dimulainya kalender Hijriah.
Usulan tersebut diriwayatkan berasal dari Ali bin Abi Thalib dan kemudian diterima oleh Khalifah Umar bin Khattab. Sejak saat itu, peristiwa hijrah menjadi penanda awal kalender Islam yang digunakan hingga sekarang.
Makna 1 Muharram bagi Umat Islam
Lebih dari sekadar pergantian tahun, 1 Muharram mengandung makna spiritual yang mendalam. Momentum ini menjadi pengingat tentang perjuangan, pengorbanan, dan semangat perubahan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika berhijrah demi menegakkan ajaran Islam.
Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan datangnya Tahun Baru Hijriah untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, mempererat silaturahmi, serta menata kembali tujuan hidup agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang. (dul)
