Minim Lahan Parkir Transjakarta Cibubur Junction Picu Kemacetan Parah, Warga Desak Fasilitas Park and Ride

Minimnya lahan parkir di Halte Transjakarta Cibubur Junction memicu kemacetan di Jalan Alternatif Cibubur. Warga mendesak pembangunan fasilitas park and ride.

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:17 WIB
Minim Lahan Parkir Transjakarta Cibubur Junction Picu Kemacetan Parah, Warga Desak Fasilitas Park and Ride
Minimnya lahan parkir di Halte Transjakarta Cibubur Junction memicu kemacetan di Jalan Alternatif Cibubur. (Hallonews/Setedi Bangun)

HALLONEWS.ID – Minimnya lahan parkir di kawasan Halte Transjakarta Cibubur Junction kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di Jalan Alternatif Cibubur, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

Ketiadaan fasilitas park and ride yang memadai membuat banyak pengguna transportasi umum memilih berhenti di bahu jalan atau bahkan badan jalan untuk mengantar maupun menjemput penumpang. Akibatnya, arus lalu lintas di depan Cibubur Junction kerap tersendat dan mengular hingga beberapa ratus meter.

Warga dan pengguna jalan menilai kemacetan yang terjadi bukan semata-mata disebabkan tingginya volume kendaraan. Menurut mereka, belum tersedianya fasilitas parkir yang memadai bagi pengguna Transjakarta turut memperburuk kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.

“Setiap pagi dan sore kendaraan berhenti di pinggir jalan untuk menurunkan atau menjemput penumpang. Hal ini membuat lajur jalan menyempit sehingga antrean kendaraan semakin panjang,” ujar salah seorang pengguna jalan kepada Hallonews, Rabu (8/7/2026).

Kemacetan di depan Cibubur Junction tidak hanya berdampak pada kendaraan yang melintasi Jalan Alternatif Cibubur, tetapi juga memengaruhi arus kendaraan menuju Tol Jagorawi, Cawang, hingga sejumlah kawasan penyangga Jakarta lainnya.

Selain minimnya kapasitas parkir, masyarakat juga menilai pengelolaan area naik-turun penumpang di sekitar halte masih belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan kerap berhenti sembarangan tanpa pengawasan yang memadai.

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Transjakarta, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait segera menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Beberapa langkah yang diusulkan antara lain pembangunan fasilitas park and ride, penyediaan kantong parkir yang memadai, penataan area khusus naik-turun penumpang, serta peningkatan pengawasan terhadap kendaraan yang berhenti di badan jalan.

Dengan penataan yang lebih terintegrasi, kawasan Halte Transjakarta Cibubur Junction diharapkan dapat berfungsi sebagai simpul transportasi yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Kehadiran fasilitas pendukung yang memadai juga diyakini dapat mengurangi kemacetan sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. (std)