Mudik Lebaran 2026 Siap Digelar, Korlantas Siapkan “One Way” hingga “Contra Flow”
Korlantas Polri memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 telah mencapai 100 persen. Berbagai skema rekayasa lalu lintas seperti "one way" dan "contra flow" disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.

HALLONEWS.ID – Menjelang puncak arus mudik Idulfitri 2026, Korps Lalu Lintas Kepolisian (Korlantas) Polri memastikan seluruh skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah siap dijalankan.
Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Prianto menyatakan kesiapan pengamanan arus mudik tahun ini telah mencapai 100 persen, setelah dilakukan evaluasi dari pelaksanaan mudik pada tahun sebelumnya.
“Berbagai strategi rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi terjadi selama periode mudik,” ujar Prianto dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Siapkan Beragam Rekayasa Lalu Lintas
Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran perjalanan para pemudik.
Beberapa skema yang akan diterapkan di antaranya “contra flow,” “one way” lokal, “one way” sepenggal, dan “one way” nasional.
Penerapan rekayasa tersebut akan dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi kepadatan kendaraan di jalur-jalur utama mudik.
Siagakan 26 Pos Pelayanan
Selain pengaturan arus kendaraan, Korlantas Polri juga menyiapkan 26 pos pelayanan yang akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kemacetan maupun wilayah yang berpotensi terdampak bencana.
Pos-pos tersebut akan berfungsi untuk membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan layanan bagi pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Operasi Ketupat Dimulai 13 Maret
Pengamanan arus mudik akan dimulai melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 13 Maret 2026.
Operasi ini melibatkan ratusan personel kepolisian yang akan disiagakan di berbagai wilayah untuk memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran perjalanan masyarakat menuju kampung halaman.
Prianto menegaskan seluruh jajaran kepolisian telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik.
Pemudik Diperkirakan Capai 143 Juta Orang
Sementara itu, survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia memprediksi mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Mayoritas pemudik diperkirakan menggunakan mobil pribadi, disusul sepeda motor dan bus sebagai moda transportasi utama.
Dengan tingginya potensi pergerakan masyarakat tersebut, Korlantas Polri mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mematuhi arahan petugas di lapangan. (fer)
