Pemerintah Gelontorkan Rp117,96 Miliar untuk Perbaikan Rumah Rusak di Aceh dan Tapteng
Pemerintah salurkan bantuan tahap II senilai Rp117,96 miliar untuk perbaikan rumah rusak di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.

HALLONEWS ID – Pemerintah kembali menggelontorkan dana stimulan tahap II untuk perbaikan rumah rusak bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Penyerahan bantuan dilakukan secara hybrid dari Kompleks Kantor Bupati Aceh Tamiang, pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga menyaksikan secara virtual penyaluran bantuan serupa di Kabupaten Tapanuli Tengah yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto.
Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan bantuan tahap pertama pada 13 Februari 2026. Penyerahan saat itu dipimpin oleh Menko PMK dari Tapanuli Utara, diikuti Mendagri di Aceh Tamiang dan Kepala BNPB di Lhokseumawe.
Mendagri , Muhammad Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan, pemerintah sejak awal telah menyiapkan skema bantuan terstruktur berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga.
Untuk rumah rusak ringan dan sedang, bantuan disalurkan melalui BNPB dengan besaran masing-masing Rp15 juta dan Rp30 juta. Sementara itu, penanganan rumah rusak berat dilakukan melalui berbagai skema, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) dengan melibatkan kementerian, lembaga, serta dukungan pihak nonpemerintah.
“Prinsip kita adalah ingin memberikan bantuan secepat mungkin agar masyarakat terdampak dapat segera memperbaiki rumahnya dan kembali bersemangat,” ujar Tito.
Ia juga menjelaskan, pemerintah menerapkan sistem pendataan bertahap agar bantuan dapat segera disalurkan tanpa harus menunggu seluruh wilayah terdampak selesai didata. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan rumah yang awalnya ringan atau sedang menjadi lebih parah akibat keterlambatan penanganan.
Pemerintah juga membuka peluang pengajuan pada tahap berikutnya bagi masyarakat yang belum terdata, dengan tetap melalui proses verifikasi ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Sehingga kita harapkan semua yang terdampak betul-betul dapat menerima bantuan dari pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno mengungkapkan, total bantuan yang disalurkan pada tahap ini di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah mencapai Rp117,96 miliar untuk sekitar 4.469 kepala keluarga (KK).
Secara keseluruhan, hingga saat ini pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan sebesar Rp654,87 miliar kepada 29.786 KK di tiga provinsi terdampak bencana.
“Ini adalah bantuan untuk rumah rusak ringan dan sedang. Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Pratikno. (agn)
