Pengamat Minta Calon Kadishub DKI Jakarta Harus Penuhi Beberapa Syarat Ini
Pengamat Azas Tigor Nainggolan menegaskan calon Kadishub DKI harus mampu mewujudkan integrasi transportasi massal seperti TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta demi efisiensi perjalanan dan subsidi.

HALLONEWS.ID – Pergantian posisi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mulai menjadi sorotan publik. Di tengah dinamika pemerintahan di bawah kepemimpinan Pramono Anung, sejumlah nama disebut-sebut berpotensi mengisi jabatan strategis tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikabarkan akan merombak jajaran pejabat eselon II.
Salah satu yang mencuat adalah pergantian Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo yang dikabarkan akan dilantik sebagai Wali Kota Jakarta Selatan.
Pengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan menegaskan, sosok Kepala Dishub DKI ke depan harus memiliki kriteria kuat, terutama dalam mewujudkan integrasi layanan transportasi umum massal di Jakarta.
Menurutnya, integrasi yang menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak guna meningkatkan efisiensi perjalanan warga sekaligus menekan beban subsidi transportasi.
“Integrasi layanan transportasi umum massal sudah sangat mendesak diwujudkan di Jakarta agar perjalanan warga lebih efisien dan biaya subsidi juga lebih optimal,” ujar Tigor kepada Hallonews, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, integrasi yang efektif tidak hanya terbatas pada penggabungan sistem, tetapi juga harus mampu merangkul seluruh moda transportasi yang beroperasi di ibu kota. Hal ini mencakup layanan seperti TransJakarta, MRT Jakarta, hingga LRT Jakarta.
Kursi Kepala Dishub DKI memang dinilai krusial, mengingat kompleksitas persoalan transportasi di Jakarta yang belum sepenuhnya teratasi. Selain kemacetan yang masih menjadi masalah utama, tantangan lain meliputi integrasi antarmoda, penertiban angkutan umum, hingga pengawasan kendaraan angkutan barang.(std)
